Potret Kemesraan Dua Tokoh Muhammadiyah dan NU

0
1043
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti bertemu dengan Menag Gus Yaqut. (Foto diambil dari Facebook Abdul Mu'ti).

KLIKMU.CO – Suasana gayeng terlihat saat Sekretaris PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd bersilaturahmi dengan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, Jumat siang itu (8/1/2021). Dua tokoh ormas besar tersebut saling membagikan pertemuan itu di Facebook masing-masing.

“Ketika Muhammadiyah dan NU Saling ‘Memberkati’,” tulis Abdul Mu’ti di Facebook-nya. “Senang sekali bisa makan dan ngobrol bareng Gus Yaqut. Serasa tidak ada jarak. Walaupun tetap saja ada perbedaan. Muhammadiyah memberi berkat buku bacaan, NU memberkati dengan makanan. Bina persahabatan agar Indonesia aman,” lanjut tokoh asal Kudus, Jawa Tengah, tersebut.

Di sisi lain, pada hari yang sama, Gus Yaqut juga membagikan postingan di Facebook-nya. “Siang tadi sempat makan siang bareng mas Prof Abdul Mu’ti, Sekum PP Muhammadiyah. Banyak obrolan yg mencerdaskan dan bergizi tinggi. Pulangnya, masih juga dapat hadiah buku yg relevan dengan tugas sehari2 di kementerian. Benar2 Jumat Berkah..” tulis tokoh yang baru saja diangkat jadi Kemenag tersebut. Unggahan itu disertai dengan beberapa foto pertemuan.

Ya, selepas salat Jumat siang itu, keduanya mengadakan pertemuan santai di Resto Wiro Sableng Garden, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dilaporkan Sindonews, pertemuan yang hangat itu tersaji dengan balutan santap siang. Beragam menu seafood dihidangkan. Kebetulan, keduanya juga mengaku menggemari menu seafood. Pertemuan pun berlangsung sangat gayeng diiringi berbagai obrolan ringan.

Keduanya juga punya beberapsa kesamaan, terutama kesamaan kultur kedaerahan. Gus Yaqut lahir di Rembang, Jawa Tengah. Selanjutnya, Abdul Mu’ti berasal dari kota yang berdekatan, yakni Kudus.

Gus Yaqut menyatakan, dirinya semakin terkesan dengan tokoh Muhammadiyah itu. Sebab, ketika dirinya hendak pulang, Mu’ti juga menghadiahi buku karangannya disertai dengan tanda tangan. Buku itu adalah “Toleransi yang Otentik: Menghadirkan Nilai Kemanusiaan dan Keterbukaan dalam Beragama, Berpolitik, dan Peradaban Global” karangan Mu’ti sendiri. Satu lagi buku berjudul Pluralisme Positif: Konsep dan Implementasi dalam Pendidikan Muhammadiyah yang ditulisnya bersama Azaki Khoirudin.

Ada pula buku Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam berjudul Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis: Basis Nilai dan Arah Pembaharuan.

“Kagem Gus Yaqut. Semoga nermanfaat,” tulis Abdul Mu’ti dalam lembaran pertama buku yang dihadiahkan kepada Gus Yaqut disertai tanda tangan.

Gus Yaqut mengaku sangat kenal dekat dengan Abdul Mu’ti, bahkan sebagai sahabat dekat. Pertemuan diisi banyak canda tawa dan berbagi joke.

“Ya, layaknya guyonan khas pesantren. Saya suka guyon khas NU dan Prof Mu’ti dulu juga belajarnya di madrasah, belajar kitab kuning juga. Bahkan, beliau mengaku belajar salat atau fasholatan dari kitab Al Ibriz yang dikarang kakek saya, KH Bisri Mustofa,” tandasnya seperti diberitakan Sindonews. (AS)

Salah satu buku karya Abdul Mu’ti yang dipersembahkan kepada Gus Yaqut. (Foto dari Facebook Abdul Mu’ti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here