Prinsip Pengasuhan yang Baik: Bangun Komunikasi Efektif dan Terapkan Disiplin Positif

0
142
Budiyati MPd (kanan) jadi narasumber diskusi interaktif pengurus dan pengelola PAM Nyai Walidah Dupak Bandarejo. (Yuda/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Pengasuhan anak yatim piatu di panti asuhan perlu memperhatikan dan mengerti kondisi psikis anak serta cara penanganannya. Anak yang memiliki latar belakang berbeda dengan anak-anak pada umumnya seperti anak yatim piatu tentu telah memiliki beban psikis sejak kecil.

Pengasuhan berdasar kasih sayang, saling menghargai, membangun hubungan yang hangat antara anak dan pengasuh, serta menstimulasi tumbuh kembang anak. Pengasuhan yang menggunakan pendekatan dengan mengedepankan kepentingan atau hak anak.

Untuk itu, Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Nyai Walidah menggelar diskusi dengan tema “Pembinaan Pengasuhan Positif bagi Pengurus dan Pengelola Panti Nyai Walidah”, Senin (5/10/2020).

Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Nyai Walidah Dupak Bandarejo Fitria Leliana menyatakan, acara itu digelar mengingat pentingnya pengasuhan positif bagi anak asuh.
Dia menambahkan, kegiatan ini dihadiri seluruh pengurus dan pengelola panti bertujuan untuk membedah konsep berpikir tentang pola pengasuhan yang sesuai dengan Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA).

“Saya berharap dengan diselenggarakannya diskusi ini, kami ingin menyatukan visi dan misi dalam pola pengasuhan anak. Agar anak tidak hanya mendengar orang tua, namun bagaimana kita juga memberikan porsi sebagai hak mereka untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan selama tidak melenceng dari kaidah dan ajaran Islam,” terang Fitri.

Budiyati MPd, narasumber yang berasal dari Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, memaparkan tentang pengasuhan dan pendidikan berbasis keluarga yang disesuaikan dengan tahap perkembangan dan usianya untuk mendapatkan prinsip pengasuhan yang positif. Caranya, lanjut dia, adalah membangun komunikasi yang efektif dan menerapkan disiplin positif dalam pengasuhan di PAM Nyai Walidah dengan mendukung optimalisasi perkembangan anak yang meliputi aspek fisik, berpikir, perasaan, dan sosial.

“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapatkan respons yang positif dari pengurus dan pengasuh karena ada diskusi interaktif dengan melibatkan peserta untuk bermain peran menjadi anak, sehingga secara otomatis bisa mengoreksi dan memperbaiki pola pengasuhan yang tidak tepat selama ini,” ungkap Budiyati. (Yuda/Red/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here