Prof Hilman Latief: Melalui Lazismu Gerakan Amal Bisa Lebih Terstruktur, Terencana, dan Berdampak Luas

0
228
Prof Hilman Latif dalam tausiah Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales. (haidir/klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) New South Wales, Australia, menyelenggarakan pengajian Ramadhan putaran ketiga pada Ahad, 17 Mei 2020. Tausiah disampaikan oleh Profesor Hilman Latief, Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Acara ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting yang dihadiri jamaah dari Sydney, Wollongong, Yogyakarta, Tangerang, Solo, serta kota lainnya.

Dalam penjelasannya, Hilman Latief menegaskan bahwa perintah mengambil zakat dari orang-orang yang telah mampu harus diikuti dengan doa. Doa ini terutama dipanjatkan oleh para amil (pengelola zakat) agar zakat dan amal dari para muzakki diterima oleh Allah. Misi penyucian jiwa ini merupakan prinsip utama dalam berzakat.

Lebih dari itu, wakil rekor III UMY itu juga menekankan pentingnya penguatan insititusi zakat sebagai penyalur ZIS dari masyarakat. Ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan distribusi zakat dengan tepat sasaran.

“Lembaga zakat seperti Lazismu juga menawarkan produk-produk ZIS secara bervariasi. Sebagai misal, jika muzakki menginginkan sasaran spesifik seperti mustahiq siswa di sekolah tertentu, Lazismu akan menyalurkannya kepada mustahiq khusus yang disepakati,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Hilman Latief memberi saran kepada semua lapis pimpinan Muhammadiyah untuk mensupport aktivitas Lazismu. Melalui Lazismu, menurutnya, gerakan amal masyarakat dapat tergarap secara lebih terstruktur, terencana, dan berdampak luas.

Oleh karenanya, kesadaran individual untuk berbagi perlu ditingkatkan menjadi kesadaran sosial. Menurut dia, ketahanan pangan di saat pandemi Covid-19 ini tentu memerlukan pribadi-pribadi yang peduli. Tapi, itu saja tidak cukup. Untuk pemerataan dan jangkauan yang luas, kesadaran berzakat dan bersedekah secara kelembagaan melalui lembaga zakat harus diprioritaskan.

“Pandemi Covid-19 ini telah melahirkan kelompok rentan baru. Mungkin sebagian pekerja, guru, dan pedagang. Mereka dapat menjadi kelompok mustahiq di tengah pandemi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurwanto, Ketua PRIM NSW, berharap kajian ini dapat membangun kesadaran dan ghirah Muhammadiyah dan masyarakat muslim pada umumnya untuk menggelorakan semangat zakat, infaq, dan sodaqoh sebagai salah satu pilar pemberdayaan umat. (Haidir Fitra Siagian/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here