Prof. Syafiq Mughni: Membangun Ummat untuk Menghadapi Hagemoni Asing | Kajian Matahari Terbit

0
344
kajian matahari terbit pcm gubeng surabaya prof syafiq mughni

Klikmu.co – Ahad, 5 Nopember 2017 – Pengajian Matahari Terbit bulan ini mendatangkan narasumber Prof. Syafiq Mughni, dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Masjid Jenderal Sudirman, PCM Gubeng. Tema yang diambil adalah “Membangun Kekuatan Ummat untuk Menghadapi Hagemoni Asing dan Aseng”. Berikut ini adalah beberapa hikmah yang beliau sampaikan:

Dalam hal kuantitas, alhamdulillah, ummat Islam dalam skala internasional banyak berkembang dimana. Termasuk di tempat2 yang dulunya kaum muslimin terdesak. Misalnya, dulu saat revolusi komunis di Uzbekistan, sekitar 100.000 ulama dibunuh, semua masjid ditutup dijadikan kafe2 dan semisalnya. Namun, saat ini perkembangannya luar biasa, berdiri sekolah2, masjid2, dan madrasah, diantaranya Madrasah Imam Bukhari di daerah Tasken.

Di Jerman saat ini, ada sebuah kota, separuh penduduknya muslim. Ada madrasah2 dan masjid2. Dan masih banyak tempat2 dimana Islam tumbuh dan berkembang.

Karena jumlah yang terus meningkat ini, muncullah gerakan Islamophobia. Oleh mereka yang tidak suka dan salah paham terhadap Islam. Mereka khawatir nantinya semua wanita akan dipaksa berjilbab, semua pencuri harus dipotong tangannya. ummat Islam dianggap membahayakan karena ada ajaran tentang jihad berperang. Misalnya ada fenomena gerakan ISIS dan Boko Haram.

Nabi (shallallahu alaihi wa sallam) justru mengkhawatirkan pada suatu saat ummat Islam menjadi ummat yang dikeroyok, dipecah belah, hingga lama2 akan habis sperti hidangan yang dimakan sdikit2 dan habis. Jumlahnya banyak tapi seperti buih yang terombang ambing di lautan. Allah mencabut rasa segan terhadap ummat Islam, menjadi tidak berwibawa, mudah dibeli. Dan ummat Islam terkena penyakit wahn, “sangat cinta dunia dan takut mati”.

Oleh karena itu, kita harus berupaya jadi ummat yang bersatu, dan untuk berukhuwah sebenarnya tidak harus sama dalam pendapat.

Muhammadiyah itu sekalipun banyak berbeda pendapat di dalamnya, misalnya tata cara takbir, salam, rakaat tarawih, iftitah, dan banyak hal lainnya, tapi tidak sedikit orang luar menilai Muhammadiyah itu kompak, dalam visi, dalam bangun amal usaha, dalam muktamar, dll. Itu karena kesadaran bersama bahwa masalah2 perbedaan tersebut tidak akan mungkin hilang sama sekali, tidak bisa semua sependapat dalam semua hal. Karena penilaian positif itu, banyak orang di luar Muhammadiyah mewakafkan asetnya utk Muhammadiyah. Muhammadiyah dipercaya orang karena bersatu, kompak, walau ada perbedaan2 di dalamnya.

Yang sering membuat tidak bersatu adalah kepentingan dunia, rakus, serakah, dlsb. Saat ini, penting dipikirkan bagaimana ummat Islam itu saling mengasihi. Untuk skala nasional, salah satu problemnya adalah tidak adanya strategi yang sama dalam perjuangan ummat. Dan selama ini, Tugas Muhammadiyah adalah berupaya memajukan Islam dan NKRI ke depan. Muhammadiyah selalu berupaya menginisiasi gerakan-gerakan yang merugikan bangsa khususnya oleh asing, misalnya terkait eksploitasi sumber daya alam. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa tantangan dan situasi kebijakan nasional serta kondisi masyarakat masih perlu banyak berbenah.

Singkatnya, kita harus bisa meningkatkan kualitas diri, memiliki idealisme yang kokoh, serta menjaga ukhuwah agar tidak mudah terpecah2.

Sekian, Mudah2an bermanfaat. (nurq/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here