Prof Syafiq Mughni: Mengapa Khairu Ummah, Bukan Akbaru Ummah?

0
843

KLIKMU.CO – Diawali dengan shalat Ashar berjamaah, tak kurang dari 500 keluarga besar Muhammadiyah Kota Probolinggo menuju Graha Ahmad Dahlan untuk mengikuti Kajian Romadhon 1440 H, Minggu (26/5). Mulai dari pengurus, anggota, hingga karyawan.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Mayangan, wakil wali kota, dan Prof Dr Syafiq A. Mughni MA dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai narasumber.

Mengawali sambutannya, Drs Masfuk MSi, ketua PDM Kota Probolinggo, membacakan surah Ali Imron ayat 110 yang menyebutkan tentang “Khairu Ummah” , yaitu umat yang terbaik.
“Kalimat ini hanya sekali disebut dalam Alquran,” ungkapnya.

Untuk menjadi umat yang terbaik,katanya, harus selalu dan tak pernah berhenti mekaksanakan amar makruf nahi mungkar. Dikatakan umat yang terbaik apabila memiliki kekuatan akidah, memiliki kekuatan ibadah, dan memiliki kekuatan akhlak, ilmu harta, dan politik. Juga kekuatan senjata.

“Apakah kita selaku warga Muhammadiyah, Kota Probolinggo, sudah menjadi khairu ummah? Diri kita masing-masing yang bisa menjawabnya,” ujarnya sekaligus menutup sambutannya.

Wakil Wali Kota Ir H Soufis Subri menyampaikan, dirinya merasa bersyukur dan bangga bisa hadir di tengah-tengah warga Muhammadiyah. “Tidak bisa dimungkiri warga Muhammadiyah Kota Probolinggo ini, orang-orangnya mempunyai kemampuan yang luar biasa. Terbukti apa yang tidak dimiliki oleh Muhammadiyah, rumah sakit punya, lembaga pendidikan mulai PAUD sampai sekolah tinggi punya dan siap,” katanya.

Mengawali kajian, Prof Dr H Syafiq A. Mughni MA menyampaikan Muhammadiyah harus selalu menunjukkan jati diri. “Mengapa Allah SWT di dalam Alquran menyebutkan “Khairu Ummah” kok bukan Akbaru Ummah?” tanyanya.

Umat yang banyak belum tentu menjadi kekuatan yang besar. Kemudian, Prof Syafiq mengutip potongan hadis yang artinya “apakah karena jumlah kami sedikit waktu itu, ya Rasulullah? Tanya para sahabat. Jawab beliau “bukan,jumlah kamu banyak, tetapi kamu sangat lemah, seperti lemahnya buih yang ada dipermukaan air dan dicabut dari segala musuhku akan perasaan takut kepadamu, bahkan di hatimu telah dihinggapi semangat kelemahan.”

“Apakah yang melemahkan itu ya Rasulullah?” Jawab beliau, “karena kamu mencintai hidup didunia dan takut akan kematian.”

Untuk itu, tegasnya, tugas Muhammadiyah harus selalu memberi pencerahan kehidupan berkebangsaan dengan konsep negara perjanjian kita semua sebagai negara NKRI.
“Tunjukkan keunggulan umat Islam di mata dunia sebagai umat dan juga harus mampu memberikan keteladanan (uhwah),” ujarnya.

“Kita harus mampu menghapus citra Islam yang tidak baik dan sebaliknya mampu menciptakan pencitraan Islam yang baik,” sambungnya, sekaligus mengakhiri Kajian Romadhon 1440 H.” (Hanafi/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here