Prof Thohir Luth Sang Buldozer: Apakah Muhammadiyah Sudah Menampilkan Keteladanan?

0
1375
Lugas: Sang Buldozer Prof.Thohir Luth( baju coklat) membakar para peserta muballigh moderat, didampingi Sekretaris PWPM Jawa Timur Dikky Syadqomullah.(Foto: Kholiq)

KLIKMU.CO – Pelatihan Mubaligh Moderat & Resep Milad Pemuda Muhammadiyah bertajuk ‘Menggembirakan Dakwah Menggelorakan Islam Berkemajuan’ berlangsung di Hotel Tanjung Surabaya, (11-13/5).

Pelatihan yang diselenggarakan Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur (Jatim) diikuti seluruh peserta dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) seluruh Jatim.

Dalam Sub materi tentang Ummatan Wasathan, Prof. Thohir Luth, MA sebagai narasumber mengatakan, bahwa ummatan washatan didasarkan pada pesan QS. Al Baqoroh:143, Annahal: 125.

Dia memposisikan washatan ibarat seperti wasit. Tidak berpihak, namun harus membuat keputusan.

Lebih lanjut, kata Prof Thohir mengambil tafsir washatan dari hadist yang bermakna ‘sebaik-baik urusan adalah tengahan’. Artinya, berpihak pada kebaikan dan kebenaran.

Tidak kalah penting, bagi Guru Besar Universitas Brawijaya itu ciri khas perilaku washatan adalah perilakunya mencerminkan nilai Alquran dan Assunnah.

“Muhammadiyah sebagai Gerakan washatiyah tidak lain ialah menjaga posisi yang baik dan benar,” tandasnya yang selanjutnya ciri lain adalah kalau bertemu dengan lawan ia menjadi inspirasi, dan jika bertemu dengan kawan, cirinya selalu mempertanyakan apa yang akan dikerjakan.

Menurut Prof. Thohir, bahwa perilaku ummat washatan,tidak mengundang resistensi karena tampilan kepribadian lebih menonjolkan keteladanan.

“Sejatinya Muhammadiyah sudah menampilkan keteladanan sebelum yang lainnya melakukan.”

Dia mengatakan, bahwa keteladanan membutuhkan latihan. Meski berat, hasilnya akan manis.

“Terkadang kita kurang menampilkan keteladanan,” katanya ketika sudah ada trust dalam pribadi kader Muhammadiyah untuk mereka. Maka, tidak ada lagi dikotomi Muhammadiyah dan NU, juga tidak lagi menjadi persoalan.

Sebab, lebih penting kehadiran dakwah pemuda Muhammadiyah diterima lebih luas di masyarakat.(Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here