Psikolog Bunda Handoyo: Sistem Kebut Semalam Bisa Membuat Semua yang Dipelajari Menguap Begitu Saja

0
209
Murid kelas 6 MI Muhammadiyah 10 ketika mengikuti smart parents. (Zuly Ahsan/Klikmu,co)

 

KLIKMU.CO – “Sebentar lagi peserta didik kelas 6 MI Muhammadiyah 10 akan menghadapi ujian akhir nasional. Saat pekan ujian berlangsung, ketegangan biasanya tidak hanya dirasakan oleh anak-anak yang menjalani ujian. Namun juga orang tua yang harus mendampingi anak belajar demi mempersiapkan diri menghadapi ujian,” kata Ustadzah Zuly sebagai waka kesiswaan ketika membuka acara smart parents, Selasa (25/2/2020).

“Hal ini kadang membuat beberapa orang tua kebingungan karena tidak tahu cara yang tepat dalam membantu anak dan justru menambah beban anak menghadapi ujian. Oleh karena itu, MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir Tembelang Jombang “Madrasah Penghafal Al-Qur’an” memberikan program smart parents dengan tema Mempersiapkan Putra-Putri dalam Menghadapi Ujian Akhir Nasional bersama Bunda Sri Hartini Handoyo SPsi MSi,” lanjutnya.

Zuly menambahkan, smart parents merupakan salah satu program MI Muhammadiyah 10 yang bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada orang tua siswa agar bisa menjadi orang tua yang baik. “Dengan begitu, mereka dapat mengantarkankan anak-anaknya menuju kesuksesan,” tuturnya.

Bunda Handoyo menuturkan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi UN. Pertama, mendampingi anak secara fisik dan emosional. Saat menghadapi suatu tantangan atau masa sulit seperti ujian, anak-anak akan membutuhkan kehadiran dan perhatian yang lebih dari orang tuanya.

“Mereka perlu dimengerti, diperhatikan, dan juga didengarkan. Jangan sepelekan saat-saat bersama mereka. Bersikaplah terbuka dan luangkan waktu untuk mendengarkan apa pun yang ingin disampaikan oleh anak. Smart parents juga bisa mendampingi anak belajar dan memberikan umpan balik dari jawaban mereka. Berikan alasan mengapa jawaban mereka benar atau salah sehingga mereka bisa benar-benar memahaminya,” jelasnya.

Kedua, pastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup. Dalam kondisi lelah, kata dia, tentu saja anak tidak akan mampu untuk belajar dan berlatih. Begitu juga bila anak terus-menerus belajar hingga kurang beristirahat.

Cara belajar yang baik adalah dengan belajar secara rutin sehingga anak tidak perlu memforsir diri menjelang ujian. “Beri mereka waktu untuk beristirahat saat sudah kesulitan berkonsentrasi. Malam sebelum ujian bukanlah waktu untuk belajar dengan sistem SKS (sistem kebut semalam). Bisa-bisa semua yang telah dipelajarinya akan menguap dan terlupakan begitu saja,” ucapnya.

Ketiga, menurut Bunda Handoyo, ajari anak untuk lebih berani dengan menunjukkan bahwa smart parents percaya mereka mampu menjalani ujian dengan baik. Menyebarkan perasaan positif kepada anak akan sangat mendukung mereka untuk meraih kesuksesan.

“Ajak anak untuk berpikir bahwa meskipun ujian adalah hal yang penting, namun tidak akan pernah dapat mendefinisikan diri mereka (bahwa anak tidak pintar, pemalas, dan sebagainya, Red). Mengajarkan mereka untuk lebih percaya diri dan berpikir positif juga bisa dilakukan dengan mengajarkan kata-kata motivasi, seperti membiasakan mereka untuk mengatakan ‘Aku akan mencobanya’ atau ‘Aku akan berusaha maksimal’,” paparnya.

Menurut Bunda Handoyo, mempersiapkan anak dalam menghadapi ujian bukanlah soal berapa nilai yang akan ia dapatkan. Melainkan soal menunjukkan kepada anak bagaimana smart parents dapat mendukung dan menghargai usaha mereka sehingga anak tetap bersemangat untuk terus melakukan perbaikan. “Yuk, terus dukung prestasi anak dengan memberikan fasilitas belajar terbaik untuk mereka,” tuturnya.

Setelah acara smart parents selesai, acara dilanjutkan dengan relaksasi khusus anak kelas 6. Tujuan relaksasi ini adalah melepas stres. Dengan relaksasi, tubuh anak-anak akan lebih tenang sehingga siap menghadapi ujian-ujian yang akan datang. (Zuly Ahsan/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here