Puisi Anak-Anak Muhammadiyah untuk Patriot Nanggala

0
175
Para siswa kelas 3 membuat puisi bertema gugurnya prajurit Nanggala. (Andi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Saat memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada Rabu, 28 April 2021, beberapa siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya membuat puisi. Salah satunya sajak karya Maheswari Anindya Aliyah. Sajak-sajak itu diperuntukkan mengenang patriot sejati yang gugur bersama kapal selam Nanggala-402 di Laut Bali. Demikian disampaikan kepala SD Muhammadiyah 22 Surabaya Listianah SEI kepada Klikmu.co, Rabu (28/4/2021).

Mereka yang masih duduk di bangku kelas 3 menyusun puisi dengan judul beragam. Perasaan duka itu tertuang dalam untaian karya mereka.

Misalnya Fitri yang menulis dengan penggalan sajak: Jiwa yang gugur, kini mereka suci di Jannah. Lalu, Asraf mengekspresikan pada sajak: Banyak pihak berdukacita agar kapal selam dan para awaknya segera ditemukan.

Saif juga menulis: Nanggal 402, engkau tinggalkan keluarga demi tugas negara, sekarang engkau tinggalkan kami selamanya, namamu kukenang dalam hatiku. Ridwansyah menulis: Duka kapal selam, mereka tahu ini, kapan oksigen di kapal selam habis, mereka tahu ini tanpa oksigen, tidak ada lagi kehidupan.

Ada pula Raya yang menyusun baris: Di dalam sebuah pengabdian, pasti ada penghargaan, selamat jalan pahlawanku, jasamu akan kukenang. Dan Bidari yang menulis: Tak pernah gentar, meski gelombang menghadang, selamat jalan pahlawanku. Berikut daftar kata-kata puitis yang berhasil disusun oleh para murid kelas 3 ini.

Aisyahrani: Gugur bunga patriot bangsa, perjuanganmu dikenang bangsa.

Sabyla: Nanggala 402, mereka tidak hilang, tidak tenggelam, hanya berpatroli untuk selamanya, 53 ksatria setia menggenggam semboyan Wirananta rudika, tabah sampai akhir, berlabuh di dermaga surga terindah.

Ridwansyah: Kau jalankan tugas dalam kesunyian, untuk menjaga keutuhan NKRI.

Agam: Kapalmu boleh tenggelam, tetapi mereka naik ke atas.

Arifian: Perjuanganmu telah usai, dan mendarat di surga.

Quin: Kalian tak hilang, jiwa kalian terpatri dalam luasnya samudra.

Natasya dengan penuh kejiwaan mengunggah video pembacaan karya puisinya: Sejauh mata memandang, air terlihat begitu tenang, hingga tak terbayang, ada raga yang tak siap terlihat jiwa melayang, dia Pahlawanku, menjaga kedaulatan bangsa.

Selanjutnya, ada Maheswari Anindya Aliyah yang menulis karya puisi dalam bahasa Inggris dengan cukup panjang berjudul “My Heroes in the Deep Sea”.

You’re hosen men

have big patriotic souls

Go to the deep blue sea

Leave all your fear

 

Bring your bravery

Soldiers never worry

Keep the sovereignty of this state

Don’t let me break

 

You’re my heroes in the deep blue sea

Your grapple never end

Let everyone in the world sees

Navy are true warrior men

 

I cry, I scream, I lost you

Who the ones toss my dream?

Who the men count the start ?

But your figure is drawn in the sky

 

Stay still carry out a mission

Protect me with your submarine

Though you’re gone

Your name’s scanted like the smell of springs

 

My fighters, my warriors, my heroes

You always reside in my heart

With holy orisons 

 

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia:

Pahlawanku di Lautan Dalam

Oleh: Maheswari Anindya Aliyah

 

Engkau manusia terpilih

Yang memiliki jiwa Patriot besar

Pergi ke lautan biru yang dalam

Meninggalkan semua ketakutanmu

 

Membawa keberanianmu

Tentara tidak pernah takut.

Tetap menjaga kedaulatan negara ini

Jangan biarkan aku hancur dan dalam bahaya

 

Engkau pahlawanku di lautan biru yang dalam

Perjuanganmu Tak pernah berhenti

Biarkan semua orang di dunia ini melihat

Angkatan laut adalah pejuang sejati

 

Aku menangis, Aku menjerit, Aku kehilanganmu

Siapa yang akan melambungkan mimpi dan cita-citaku ?

Siapa orang yang akan menghitung bintang di langit?

Namun sosokmu terukir di langit

 

Tetaplah dengan misimu

Lindungi aku dengan kapal selammu

Walaupun kau tiada

 

Namamu harum seperti harumnya Mata air

 

Pejuangku pahlawanku

Kau selalu bersemayam di hatiku

Dengan doa suciku

 

Editor: AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here