Puisi: Syahadat yang Rapuh

0
81

Puisi

Syahadat yang Rapuh

Entah berapa kali
Kalimat suci itu terucap
Muncul dengan mudah dari lisan
Mengalir bersama hembusan angin

Tatkala lisan tak sejalan
Dengan tutur dan laku
Dalam kalbu insani
Syahadat kian menjadi rapuh
Terluka oleh salah dan dosa

Pernahkah kita berpikir?
Sudahkah kita hayati?
Kalimat suci yang hakiki
Persaksian setiap hamba
Di hadapan Sang Pencipta

Lihatlah masa lalu
Suram nan gelap berlumur dosa
Kebenaran di pelupuk mata
Terhempas oleh hati yang gelap

Renungkanlah masa kini
Siapkah kita bersaksi?
Atau memang sudah tak peduli
Azab pedih telah menanti

Jangan pernah lukai syahadatmu
Berjalanlah di atas jalan cahaya
Perjuangan senantiasa berlanjut
Mengiringi napas yang masih ada

Ketika panggilan itu tiba
Perlahan senja menghampiri
Langit menjadi gelap
Dada semakin sesak

Bersaksilah sepenuh hati
Tiada yang patut disembah kecuali Allah
Bersaksilah sepenuh jiwa
Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Fikri Fahruddin, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah 11 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here