Ramadan 1441 H Segera Datang, Bagaimana Cara Mendapatkan Berkahnya?

0
266
H.M. Sun’an Miskan Lc.

Oleh: H.M. Sun’an Miskan Lc.

Ketua PWM DKI Jakarta

KLIKMU.CO

Untuk dapat memahami topik bahasan di atas dan agar kita dapat menjawabnya dengan benar, kita harus dapat memahami dan menjalankan hal-hal berikut ini. Pertama, sejarah ibadah puasa, definisinya, & yang membatalkannya. Kedua, sebagai orang yang sudah terdidik bagaimana cara mengawali dan mengakhirinya? Ketiga, asyrol-awakhir (10 hari terakhir) klimaks yang menentukan, mendebarkan, dan memilukan. Keempat, kegiatan Rasulullah di detik-detik terkahir sebelum berlalunya Ramadan. Kelima, dari uraian di atas, apa saja berkah puasa yang dapat diambil?

 

Sejarah Ibadah Puasa, Definisinya & yang Membatalkannya

Pakar perbandingan agama: Orang Mesir Kuno, Yunani, Romawi, penyembah bintang, Budha, Yahudi, Kristen (Injil: Imamat XVI: 29-32 & Matius VI: 16-18) tlh kenal puasa. Al-Qur’an 2: 183-187 menjelaskan cara dan tujuan puasa.

Definisi puasa dalam tafsir Al Manar karya Rasid Ridlo dan gurunya M. Abduh  juz 2 hal 115:  ”Mengendalikan diri untuk tidak makan dan minum, hubungan suami istri sejak fajar s/d magrib dengan penuh perhitungan niat karena Allah, mengondisikan, menyiapkan mental untuk jadi orang taqwa dengan cara menyerahkan pengawasan kepada Allah, memimpin kehendak bebasnya dengan cara mengendalikan gejolak nafsu agar pemiliknya bermental kuat, mampu meninggalkan hal-hal yang membahayakan dan diharamkan.

Yang membatalkan: makan minum, jima, muntah dengan sengaja (HR Al Khomsah), keluar darah haid atau nifas (HR Bukhori  Muslim), keluar mani disengaja sama dengan jima (HR: … Yada’ syahwatahu li ajli), keluar darah karena berbekam (HR Ahmad & Abu Dawud), infus yang setara dengan makan.

 

Sebagai Orang yang Sudah Terdidik Bagaimana Cara Mengawali dan Mengakhirinya?

Sebagai orang yang sudah terdidik bagaimana cara mengawali dan mengakhiri puasa?

Dengan menyaksikan datangnya Ramadan, caranya:

  1. R Jika langit berawan dengan menyempurnakan Syakban 30 hari.
  2. Hisab Haqiqi Wujuudul Hilal: Menurut kriteria ini bulan kamariah baru dimulai apabila pada hari ke 29 bulan kamariah berjalan saat matahari terbenam, terpenuhi 3 syarat berikut secara komulatif, yaitu : 1) telah terjadi ijtimak 2). Ijtimak sebelum terjadi matahari terbenam. Bulan ( piringan atasnya) masih di atas ufuk ( seberapa pun tinggi derajatnya itu hilal sudah wujud, sudah ada). Untuk itu hisab hakiki wujudul hilal lebih memberikan kepastian dibandingkan dengan hisab Imkaanur Rukyah. Metode inilah yang dipakai oleh Muhammadiyah dengan pengharapan agar kita menjadi orang terdidik dan memajukan ummat dan bangsa.

Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1441 H Nomor : 01/MLM/I.0/E/2020

Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1441 H

RAMADAN 1441 H

  1. Ittimak menjelang Ramadan 1441 H terjadi pada hari Kamis Wage tanggal 23 April 2020 M,pukul 09.29.01
  2. Tinggi Hilal pada saat terbenam Matahari di yogyakarta (f = -070 48’ dan l = 1100 21’ BT) = +03 derajat 53 menit 09 detik (hilal sudah wujud)
  3. 1 Ramadan 1441 H jatuh pada hari jum’at Kliwon 24 April 2020 M.

SYAWWAL 1441 H

  1. Itjtimak jelang Syawwal 1441 H terjadi pada hari Sabtu Wage tanggal 23 Mei 2020 pukul 00.41.57“ WIB
  2. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f = -070 48’ ( LS ) dan l = 1100 21’ BT) = -+ 06 derajat 43 menit 31 detik  (hilal sudah wujud)
  3. 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad Kliwon tanggal 24 Mei 2020 M..
  4. Zhulhijjah 1441 H.
  5. Ijtimak jelang Dzulhijjah 1441 H terjadi pada Selasa Pon 21 Juli 2020 M pukul 00.35.48 WIB.
  6. Tinggi Bulan pada sat terbenamnya matahari di Yogyakarta (f = -070 48’ ( LS ) dan l = 1100 21’ BT) = + 7 derajat 54 ‘ 32 “ ( Hilal sudah wujud )
  7. 1 Dzulhijjah 1441 H jatuh pada Rabo Wage , 22 Juli 2020 M
  8. Berdasar hasil Hisab tersebut maka PP Muhammadiyah menetapkan :
  9. 1 Ramadan 1441 H jatuh pada hari Jum’at Kliwon 24 April 2020 M..
  10. 1.Syawwal 1441 H. jatuh pada hari Ahad Kliwon 24 Mei 2020 M
  11. 1 Zulhijjah 1441H jatuh pada hari Rabo Wage 22 Juli 2020 M.
  12. Hari Arofah ( 9 Zulhijjah 1441H ) jatuh pada Kamis pahing, 30 Juli 2020 M.
  13. Idul Adha 1441 H.( 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Jum’at Pon , 31 Juli 2020 M.

PP M

Yogyakarta 01 Rajab 1441 / 25 Pebruari 2020 H

Ttd Ketum. H.Haedar N dan sek Agung D.

BERPUASA SESUAI DENGAN PUTUSAN MAJLIS TARJIH MUHAMMADIYAH.

  1. Cara berpuasa :
    1. Berpuasalah dg ikhlaskan niatmu ( QS Al Baiyinah ayat 5 )
    2. Berniatlah puasa sebelum fajar. ( HR Khamsah dari Ibn Umar dari Hafsah. )
    3. Kecuali kamu wanita yang datang bulan atau nifas maka berbukalah dan ganti pada hari lain. .( HR Bukhory dan HR Muslim dari ‘Aisyah )

Bilamana kamu sedang sakit atau bepergian, maka bolehlah kamu meninggalkan puasa kemudian menggantikannya pada hari lain dg ber turut-turut atau berpisah-pisah.( HR Darul Quthni dr Ibn Umar ).

  1. .Bila berpuasa itu terlalu berat karena tua, sakit lama yang tak dpt diharap sembuh maka boleh berbuka dan berfidyah dg memberi makan or miskin setiap harinya dg 1 mud ( 0,5 liter beras ) ( QS Al Baqoroh 183 – HR Bukhory,Darul Quthni, Hakim dari Ibn Abbas). Begitu juga yang karena hamil atau menyusui ( QS Al baqoroh 183 ).
  2. Yang berkewajiban ber qodla Puasa :
  3. Melakukan hal hal yang membatalkan tersebut diatas kecualai lupa ( HR jama’ah dari Abu Hurairah )
  4. Apabila ada diantara orang yang dalam perwaliannmu mati sedangkan ia berhutang puasa maka puasalah untuknya . ( HR jama’ah dari Siti Aisyah ).
  5. Pantangan orang berpuasa :
  6. Tinggalkanlah perkataan dan perbuatan dusta, pandir dan jahil ( HR jama’ dari Abu Hurairah )

2.Berkata kotor berbuat gaduh. Bila diajak berbantah katakan : aku sedang puasa. ( HR Bukhory Muslim dari Abu Hurairah )

3.Jangan keras-keras berkumur atau menghisab air ke hidung ( HR Khomsah dan disahihkan Tirmizi dari Laqith bin Shaburoh )

  1. jangan mencium istri kalau tidak kuat menahan nafsu. ( HR jama’ah kecuali Imam Nasai dar ‘Aisyah )

5.Tidak mengapa menggosok gigi ( HR Bukhory, Abu Dawud dan Tirmizi dari ‘Amir bin rabi’ah )

6.Tidak mengapa mandi karena kepanasan (HR Ahmad dan Abu Dawud dari Abi Bakar bin Abdurrahman ).

  1. Sahur dan Buka .
  2. sahurlah dan akhirkan sahurnya.( HR Jama’ah dari Anas. Jarak antara Sahur dan Subuh- Imsak selama baca 50 ayat Al Qur’an ( HR Bukhori Muslim dari Zaid bin Tsabit )
  3. cepat cepat berbuka.dengan kurma atau yang manis kalau tidak ada dg air. ( HR Muttafaq ‘Alaihi dari Sahal bin said dan HR HR Khomsah yang disahihkan Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban dan Hakim dari Sulaiman bin Amir )

3.Berdoalah sesudah itu :

ذَهَبَ الظَّمْأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَ ثَبَتَ الْأجْرُ إِنْ شَاء اللهُ . ( رواه أبو داود عن إبن عمر )

  1. Amal-amal yang Utama :
  2. banyak bersedekah ( HR Tirmidzi dari Anas ) dan menderas Al Qur’an ( HR Muttafaq Alaihi dr Ibnu Abbas )

2.Shalat tarawih 11 raka’at ( 4 rakat + 4 rakaat + 3 rakat ( HR Bukhory dari ‘Aisyah r.a. ) atau 2 rakat ringan sebelum tarawih)+2+2+2 + 2 rakat dan 1 rakat witir ( HR Muslim dari Zaid bin Khalid Al Juhany- lihat tuntunan Ramadan PP M Tarjih cet ke IV ). Kemudian baca : Subhaanal Malikil Quddus 3 O dg suara nyaring dan panjang pd bacaan ke 3 lalu baca Rtabbil Malaaikati wrruh –abil malaikati Warruh ( HR Nasa’iy dari Ubay bin Kaab).

  1. Itikaf di 10 terakhir. ( HR Muttafaq Alaihi dr Ibn Umar ).
  • Pengertian ‘itikaf :

“ Berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan ( ibadah tertentu ) untuk mengharapkan redla Allah.

  • Caranya :

1.Niat I’tikaf.

  1. Suci( tidak berhadast). 3. Tidak terganggu ingatan 4. Berdiam di masjid dalam jangka waktu tertentu ( tempo dimana seseorang dpt berdzikir, tahmid dan tahlil serta melakukan amalan lain).
  • Rahasia I’tikaf :
  1. Ia tanda penutup Ramadan dan sayang kalau dibiarkan berakhir begitu saja.
  2. Terdapat malam : Lailatul Qodar ( QS Qodar 3-5 ) dan ( HR Bukhori dari Abu Hurairah dan HR Bukhory Muslim dr ‘Aisyah ) Doa yang dibaca : Allahumma Innaka ‘Afwun Karim tuhibbul afwa fa’fu ‘anny ( HR Tirmidzy dari ‘Aisyah).
  • ( Baik ibadah Tarawih dan Iktikah di saat kita menghadapi wabah virus COVID-!9 maka harus dilaksanakan sebagaimana surat edaran PP Muhammadiyah tgl 29 Rajab 1441 H/ 24 Maret 2020 ttd Ketum H.Haedar Nashir, Sek, Agung Danarto : “ Apabila kondisi mewabahnya Covid 19 hingga bulan  Ramadan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan : a. Salat tarawih dilakukan di rumah masing masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, mushalla dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain ( ceramah-ceramah, tadarrus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya )….. d. Sholat  Idul Fiitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya virus Corona belum mereda, sholat Idul Fitri dan rangkaiannya ( mudik, pawai takbir, halal bi halal dan lain sebagainya ) tidak perlu diselenggarakan. )
  1. Zakat Fitri :

Zakat fithrah di wajibkan pd thn ke-2 Hijriyah, pd tahun diwajibkan puasa Ramadzan dan sblm diwajibkan zakat mal(harta).

  1. Zakat fithrah wajib dilaksanakan (HR Bukhori dr Ibn Umar ) atas setiap orang muslim, lk , pr kecil atau dewasa(HR Muslim dr Ibn Umar).Sebagai upaya bersih harta dan bersolidaritas sosial.

2.Waktunya dibayar di bln Ramadan bagi yang mampu/kecukupan rezki ( QS At Tholaq 7 ) . Kadarnya 1 sho’ (2,5 kg maknan pokok.)- Bisa dipercepat diawal Ramadan untuk membantu kalangan fuqoro masakin yang terkena dampak Lock Down menghindari penyebaran virus Covid 19. Termasuk Zakat Maal, Infak dan Shodaqoh  lebih dipercepat diawal Ramadlon untuk di salurkan lewat MCCC yang ada di berbagai Pimpinan Wilayah  Muhammadiyah se Indonesia, guna menanggulangi mereka yang terkena dampak Covid 19 terutama mereka yang ada  di garis depan, dokter dan para perawat.

  • Untuk fakir miskin bkn utk asnaf lainnya ( HR Abu Dawud,Ibn Majah dan Al Hakim dr Ibn Abbas.(Lihat tuntunan Ramadan PP Majlis Tarjih ctkn ke 4 ).

 

Asyrol-Awakhir (10 Hari Terakhir) Klimaks yang Menentukan, Mendebarkan, dan Memilukan

  • Sudah menjadi cita-cita setiap manusia agar sgl pekerjaannya adalah yang happy-ending. Allah swt juga menetapkan bahwa amal-amal kita itu ditentukan akhirnya.
  • Puasa juga begitu bahwa sepuluh terakhir itu adalah klimaks yang menetukan. Ia disebut dg ‘asrol awakhir.
  • Nabi sangat mengencangka ikat pinggang dg melakukan hal hal baik di bln Ramadan, menjauhkan yang larang spt : niat ihlas lillah, menyegerakan berbuka dan mengahirkan sahur, tidak dusta, tdk nyebar gossip, bertutur tak sopan dan hal hal yang sia-sia, taubat, muhasabah, optimalisasi kecerdasan spiritual, merenungi kebesaran Allah pada ayatnya yang tertulis(al qur’an) dan tak tertulis(semesta alam, pola hidup sehat melalui disiplin waktu, peduli terhadap wong cilik dg infaq, zaat, sodaqoh dan I’tikaf.

 

Kegiatan Rasulullah di DetikDetik Terkhir sebelum Berlalunya Ramadan

  • Mendapatkan Lailatul Qodar( spt yang dialami Nabi saw saat iktikaf disepuluh terakhir dlm hadist riwayat bukhory, muslim dari Said Al Khudlry) adalah bahasa lambang, sebuah simbul, sebuah medali dalam bahasa rohani, perlu ditakwili. Takwilnya ialah Rasul diperlihatkannya dalam mimpi. Jadi lailatul kodar adalah persoalan rohani bukan panca indra. Beliau seolah olah sujud dalam keadaan basah kuyub, berlumur tanah. Ini suatu pelajaran bagi kita bahwa jenjang paling tinggi dari pengalaman rohani bahwa kita itu berasal dari tanah dan kembali ketanah. Kita harus menjadi manusia yang rendah hati ( tidak sombong)seprti derajat hambanya Tuhan Pengasih spt dalam surat Al Furqon ayat 63-77. Kalau dikaitkan dg sahabat Nabi maka orang yang dapat lailatul qodar adalah seperti Umar ra yang berbalik seratus derajat dari orang congkak menjadi rendah hati karena elusan elusan ayat suci al Qur’an dan terus akrab dg qur’an.
  • ‘Iktikaf konsolidasi diri untuk sebuah aksi.Tinggal di masjid dlam kurun waktu tertentu ihlas karena Allah, dzikir, tadabbur al qur’an dll. Semua itu konsolidasi diri untuk segera melakukan ibadah yang kaitannya dengan sosial kemasyarakatan melakukan perubahan diri, keluarga, bangsa kearah yang lebih baik. Sebagai aksi- aksi kontemporer untuk melestarikan Ramadan. Spt : melaksanakan kep Muktamar, Musywil, Musyda, Musycab, Musyran .

 

  1. Dari uraian di atas apa saja berkah- puasa yang dapat diambil ?
  • Menurut Syara’ : Al Barokah ialah Al Khairu Al Ilaahy Al Kastiiru An Namaau ..kebaikan, rahmat yang banyak ,yang di gunukan sesuai dengan perintah Ilahy sehingga jadi amal soleh yang bermanfaat berkembang sampai Yaumil Akhir.

Bulan puasa adalah rahmat, nikmat maka untuk menjadi berkah harus kita isi dengan amaliayah Ramadan sesuai dengan perintah Nya sehingga bermanfaat di dunia ini dan kelak berkembang di yaumil akhir kita petik buahnya. Maka diantara barokahnya ialah :

:

  1. Kita memiliki benteng( Junnah ) lahir dan bathin.
  2. Secara lahir yaitu penyehatan jasmani.

Ini mudah dipahami karena Allah-lah pencipta alam dan manusia dg mengetahui rahasia keduanya. Termasuk syareat puasa adalah sarana untuk kesehatan. DR Riyad Biiby dan Dr Qodzy dr AS dpt membuktikan bahwa pusa dapat meningkatkan 10 x lipat anti body manusia utk melawan            penyakit. Bhw protein AGE yg melahirkan anti body meningkat sebagai akibat dari protein lemak yg menurun drastik karena dibuat pembakaran. DR Munib cs dr Turky meneliti komposisi darah 100 or berpuasa : Komposisi protein didarah dan lemak tak berubah. Gula dan kolestrol penyebab kegemukan dan tersumbatnya buluh darah menurun. Berat badan menurun menjadi lincah kesetabilan jiwa tinggi dan jauh dr stres. Dorongan syahwat menurun.

  1. Secara bathin. Memiliki jiwanya orag dewasa yaitu sublimatif tidak reaktif spt anak anak.

Anak anak kalau menginginkan sesuatu suka merengek memaksa dan cari jalan      pintas. Sementara orang dewasa suka mengundurkan sesaat. Itulah yg disebut dg      imsak.

  1. Memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhdap mereka yang lemah dan dilemahkan, lewat zakat fithrah, mal, sodaqoh dan infak.

Termasuk menyadarkan ummat untuk memahami pentingnya  menggunakan methode hisab Haqiqi wujudul Hilal dalam menentukan awal bulan Qomariah terutama 1 Ramadan dan 1 Syawal ,karena lebih memberikan kepastian dibandingkan dengan hisab Imkaanur Rukyah.

  1. Mendapatkan pengampunan dan lailatul Qodar.
  2. Karena kita dekat dg Allah dari 1 thn yang 12 bln itu satu bulannya dibuat konsultasi aktif. Itu sangat berkesan. Terasa benar tatkala kita dekat Ia Allah makin dekat sehingga setiap malam ingin saja berdoa : Allahumma innaka ‘Afwun tuhibbul ‘afwa fakfu anny. .. Ya Allah Engkau Maha Pemaaf, senang meberi maaf, maka maafkanlah saya .
  • Catatan kecil :

DALIL DALIL ILMU HISAB HAQIIQY WUJUDUL HILAL :

  • Al Qur’an : Surat Yunus 10 : 5,
  • , Surat Ar Rahman 55 : 5, Surat Yasin 36 : 39-40
  • Al Hadist :

إِ ذَا رَاَيْتُمُوْهُ فَصُوْمُوْا وَ إِ ذَا رَاَيْتُمُوْهُ فَافْطِرُوْا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ ز رواه البخارى , و اللفظ له و مُسْلِمٌ

Artinya : Apabila kamu melihat hilal berpuasalah dan apa bila kamu melihatnya beridul fithrilah. Jika bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka estimasikannlah.  ( HR Al Bukhari dan lafal di atas adalah lafalnya dan juga diriwayatkan Muslim )

 

« إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسُبُ الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا » . يَعْنِى مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِينَ ، وَمَرَّةً ثَلاَثِينَ . رواه البُخارِى و مُسْلم.

Artinya : Sesungguhnya kami adalah ummat yang ummi, kami  tidak bisa menulis dan kami tidak bisa melakukan hisab. Bulan itu adalah demikian-demikian.Maksudnya ialah kadang . kadang 29 hari dan kadang kadang  30 hari ( HR Al Bukhari dan Muslim )

  • Qaidah fikih :

اَلْحُكمُ يَدُوْرُ مَعَ عِلَّتِهِ  وَ سَبَبِهِ وُجُوْدًا وَ عَدَمًا

Artinya : Hukum itu berlaku menurut  ada atau tidak adanya illat dan sebabnya. Sebab Nabi saw meminta ummatnya untuk menggunakan teknologi pengindraan/rukyah karena ummat masih awam/masih belum pandai ilmu hisab. Sementara di abad 21 ini ummat Muhammad SAW dan ummat yang laonsdh canggih dan komputerais dalam ilmu hisab. Gerhana bulan 100 tahun yang akan datang sudah dapat ditentukan hari ini dengan ilmu hisab,ilmu astronomi, hari, tanggal, jam, detik dan menitnya dan itu tidak meleset. Maka kembali ke semangat Al Qur’an agar menggunakan hisab untuk mengetahui bilangan tahun sdan perhitungan waktu. Atas dasar iinilah sebagian ulama kontemporer menegaskan bahwa pada pokoknya penetapan awal bulan itu dengan hisab.

الأَصْلُ فِى إِثْبَاتِ الشَّهْرِ أنْ يَكُوْنَ بِالْحِسَابِ

Aetinya : Pada asasnya penetapan bulan Qomariyah itu adalah dengan hisab

Qaidah fikih  yang lain :

المَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَيْسِيْرُ

  • Kesulitan itu mengarahkan untuk memilih yang mudah.

Dunia Islam wilayahnya kini sudah meliputi seluruh dunia. Terdapat beberapa mathlak( daerah edar bulan dan matahari) oelh karena itu tidak mungkin disamakan waktu solatnya dan waktu puasa dan lebaran. Untuk Indonesia iklim cuacana berbeda di negara padang pasir. Disini kelembaban tinggi mendung setiap hari tentu sulit untuk melekukan teknologi melihat bulan dengan matakepala. Apalagi bagi kelompok yang membid’ahkan pakai teropong karena Nabi saw tdk menggunakan teropong.

Muhammadiyah menggunakan methode hisab haqiqi wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Qomariah termasuk 1 Ramadan dan 1 Syawal dan 1 Dzulhijjah .

  • Menurut keriteria ini bulan kamariah baru dimulai apabila pada hari ke 29 bulan kamariah berjalan saat matahari terbenam, terpenuhi 3 syarat berikut secara komulatif, yaitu : 1) telah terjadi ijtimak 2). Ijtimak sebelum terjadi matahari terbenam. Bulan ( piringan atasnya) masih di atas ufuk ( seberapa pun tinggi derajatnya itu hilal sudah wujud, sudah ada ).Untuk itu hisab hakiki wujudul hilal lebih memberikan kepastian dibandingkan dengan hisab Imkaanur Rukyah. ( Untuk lebih mendalamnya baca : Pedoman Hisab Muhammadiyah, Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Yogyakarta, 2009.).

Sumur Batu- Jakrta Pusat, 25 Sya’aban 1441 H./ 18 April 2020  23.45 ( WIB )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here