Ramadhan dan Lebaran 2020 Penuh Hikmah

0
217
Foto diambi dari TribunNews.com

KLIKMU.CO

Oleh: KangSISWOYOhangabehi*

Dengan perkembangan teknologi informasi-komunikasi saat ini yang cepat, Kita pasti tidak ketinggalan dengan berita yang terjadi di belahan dunia dan negeri ini. Dunia terasa berada digenggaman kita. Diakhir tahun 2019 dunia digegerkan dengan penyakit menular yang disebabkan oleh virus covid 19 alias corona virus. Virus yang awalnya ini merebak di kota Wuhan salah satu kota di Negeri Tirai Bamboo Cina. Secara frontal menyebar ke hampir seluruh pelososk penjuru planet bumi sejak awal tahun 2020. Tak terkecuali Negara kita tercinta Indonesia yang mulai mewabah sejak awal Maret 2020. Karena begitu masifnya penyebaran wabah ini, PBB melalui WHO nya sebagi organisasi kesehatan dunia menyatakan covid 19 sebagai pandemik global.

Sungguh luar biasa, Pandemik yang disebabkan oleh covid 19 ini membuat kalang kabut berbagai sektor dan sendi kehidupan masyarakat. Mulai bidang kesehatan yang paling terpukul, juga pendidikan, jasa, transportasi, perdagangan dan ekonomi. Tenaga medis kewalahan menangani pasien, karyawan dan buruh banyak yang dirumahkan bahkan sampai di PHK, sekolah dari PAUD sampai Tingkat Menengah Atas dan Perguruan Tinggi juga diliburkan dan diganti dengan model belajar SFH (School from Home) alias belajar dari rumah saja, moda transportasi tersendat dan kehilangan penumpang, aktivitas ekspor dan impor sementara tiarap.

Yang kerja kantoran juga diganti WFH (Work from Home) alias kerja dari rumah. Ekonomi masyarakat seret, macet, banyak usaha dan warung yang gulung tikar, dan serba terbatas. Tempat ibadah banyak yang tutup dengan alasan memutus mata rantai penyebaran virus. Kegiatan social, hajatan, kerumunan orang untuk sementara harus ditunda dulu. Itulah fenomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang masih berlangsung sampai saat ini akibat pandemic covid 19.

Di musim pandemic ini, membuat bulan Ramadhan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di penjuru bumi ini juga terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apa bedanya ya…, mungkin kita sudah ada yang tau. Diantaranya :

  • Masjid dan Mushola yang biasa meriah dengan shalat jamaah dan sholat lail sekarang sepi jamaah, bahkan ada yang ditutup. Kalau dibukapun shofnya pasti jarang-jarang, harus cuci tangan dan memakai masker.
  • Masjid dan Mushola yang biasa merdu dengan lantunan suara tadarus alqur’an, saat ini sepi mirip kuburan.
  • Takjil dan buka bersama, yang biasanya ditunggu-tunggu para musafir, hilang dari peredaran. Paling banter air mineral saja.
  • Masjid yang biasa mengadakan iktikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan, sekarang juga stop dulu. Iktikaf juga di rumah saja bersama keluarga.
  • Mudik alias pulang kampong, tahun ini juga dilockdown. Yang kangen sama nenek, kakek, dan saudara di desa atau kampong, sementara pakai video call dulu. Atau menggunakan medsos yang lain
  • Sholat ied dan Takbiran bersama, demi kemaslahatan untuk sementara juga dilakukan di rumah masing-masing.
  • Anjang sana-sini, untuk sementara juga dibatasi yang bukan dari desa atau kampong setempat tidak diperkenankan datang.

Sebagai warga Negara yang taat dan patuh dengan umara’ dan ulama kita harus terima semua aturan itu dengan ikhlas guna memutus mata rantai penyebaran virus covid 19. Dan semua itu sebagai bentuk ikhtiar kita agar terhindar dari wabah atau penyakit menular. Sebagaimana Rasulullah pernah mengingatkan “ Janganlah kalian mendatangi suatu negeri jika terjadi wabah, dan jangan pula penduduk negeri itu keluar kampungnya sampai wabah mereda.”

Dibalik Allah swt menurunkan wabah atau penyakit, sesungguhnya ada banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil terkait dengan wabah pandemic covid 19 ini. Allah SWT sudah menegaskan dalam surat al Baqarah ayat yang ke 155 bahwasanya Allah SWT “pasti akan menguji manusia itu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, buah-buahan, makanan, hasil panen, dan sejenisnya.” Inilah sesungguhnya yang harus disadari oleh manusia dibalik ujian, bencana, wabah yang terjadi pasti ada hikmahnya. Inilah hikmah dan rahasianya:

  1. Allah swt, ingin menunjukkan bahwasanya kalau ingin sukses atau meraih cita-cita ya harus Ikhtiar (berusaha). Mungkin selama ini kita ingin mendapatkan sesuatu  selalu instans tanpa proses, bim salabim. Yuk… lewati pintu ikhtiar dulu/proses.
  2. Allah swt, ingin mendidik kita agar menjadi orang yang Mungkin selama ini kita masih egois, pemarah, sering mengeluh sama orang lain. Selalu menyalahkan saudara, tetangga, rekan kerja mitra dan lainnya. Yuk kita bersikap sabar dan kasih sayang. Innallaha ma’assobirin.
  3. Allah swt ingin menunjukkan bahwasanya kita manusia ini makhluk yang lemah, maka bertawakallah. Allahlah tempat bergantung. Makanya jangan sombong, angkuh, takabur syok ini dan itu. Tak pantaslah itu semua. Yang maha kuasa hanyalah Allah SWT. Dengan makhluk kecil saja, seisi jagat dibuat kalang kabut. Allahhuakbar …. . Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah.
  4. Allah SWT ingin kita terus menuntut ilmu. Selama ini kita masih bermalas-malasan, berpangku tangan, santai aja. Allah ingin menunjukkan kemahaluasan ilmu Nya. Yang kalau ditulis dengan tujuh samudera dijadikan tintanya tidak akan cukup untuk menyalinnya. Teruslah menuntut ilmu, lakukan riset, penelitian temukan itu anti Virusnya. Dan Allah SWt akan mengangkat derajat orang orang yang berilmu pengetahuan. Subhanallahh … .
  5. Allah swt sedang mengajarkan kita kasih sayang dan peduli. Selama ini mungkin kita kurang kasih sayang dengan keluarga, saudara dan sesama. Tidak peduli dengan penderitaan dan kesusahan orang lain. Mudah-mudahan ini bisa menyadarkan kita semuanya untuk saling peduli dan berkasih sayang.
  6. Allah SWT hendak menunjukkan keluwesan syariat islam. Melalui ulama yang memberikan pelajaran tentang keluwesan ranah fiqh atau ibadah. Jika di suatu negri dilanda wabah maka dibolehkannya kita sholat jamaah di rumah, jum’atan di rumah, tadarus di rumah. Ternyata islam itu mudah yaa … tidak sulit. Masihkah kita ragu dengan keislaman kita. Wallahu a’lam

Intinya hikmah dari semua wabah yang sedang melanda negeri ini, ayoo kita semakin dekat dengan Allah SWT. Semoga Allah segera mengangkat wabah ini dan dijauhkan dari bala, penyakit di masa mendatang. Dan Indonesia dijadikan negeri yang baldatun thoyibatun warofun ghofur. Aamiin yaa rabbal ‘alamin.

 

*Staf pengajar SD Muhammadiyah 15 Surabaya

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here