Ranting Pondok Labu dan Paradigma Bermuhammadiyah di Era Global

0
169

Oleh: Nurbani Yusuf

KLIKMU.CO

Prof Din Ketua Pimpinan Ranting Pondok Labu telah melakukan pencerahan dan saya punya asa itu sekarang —
Penting ditimbang, tak ada halangan sebuah ranting menjadi suar pemikiran dan perubahan berskala nasional yang luas. Bergantung siapa yang urus dan isi kepala yang pegang.

*^^^*
Bagi saya dan teman-teman aktifis yang kebanyakan tinggal dikampung, mengelola ranting adalah sebuah ‘keterpaksaan ideologis’ —- lebih disebabkan karena ranting adalah struktural organisasi paling bawah, tidak prestigius dan kerap diabaikan.

Meski pada kenyataannya ranting adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan berbagai hasil pikiran, fatwa atau putusan organisasi tingkat atas. Pak AR Fakhrudin pernah memberi penghiburan bahwa ranting adalah ‘The real Muhammadiyah’ sebuah pernyataan syarat makna untuk mengilustrasikan bagaimana peran besar ranting bagi tegaknya Persyarikatan.

Bayangan segera meruak ketika seseorang ditetapkan sebagai pimpinan ranting: mushala kecil di gg sempit, pengajian mingguan atau bulanan dari rumah ke rumah dengan belasan pengikut, antar undangan ke rumah rumah, mondar mandir bawa kartu iuran, rapat kadang sebulan atau dua kali dan berebut tak mau jadi pengurus ketika musran —-ini pandangan lazim di ranting.

*^^^^*
Saya misalnya telah menjadi ketua ranting selama empat periode berturut-turut —-ibarat karier saya mentok di bagian paling bawah—tidak pernah bisa beranjak naik ke level atas, mungkin karena saya tak punya potongan jadi bos atau penggedhe Muhammadiyah alias tak layak pilih pada level pimpinan papan atas.

Tapi Prof Din Syamsudin telah merubah paradigma itu — saya jadi ‘kepikiran’ untuk mempertahankan jabatan sebagai ketua ranting untuk periode ke lima mendatang — saya seperti mendapat energi baru — siapa bilang ranting tidak bisa bersaing dan berkompetisi.

Kajian-kajian ranting pondok labu begitu menyentak—mengubah paradigma, bahwa ranting bukan hanya sekedar mushala dan kartu iuran bulanan yang diedarkan dari rumah rumah —tapi juga kontribusi pemikiran berskala internasional —sebuah capaian luar biasa. Kehadiran ranting Pondok Labu adalah ikhtiar baru yang menginspirasi dan menggerakkan. Ini kata kuncinya.

*^^^^*
Ranting adalah sebuah prototype masa depan —tempat asa ber-Muhammadiyah dibangun dan tegak — tak ada salah bila ranting punya amal usaha berskala daerah wilayah atau nasional dalam perspektif yang luas dan futuristik—saatnya memberi keleluasaan untuk berkompetesi dan membangun ruang kesepahaman dalam berserikat—

Prof Din Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu telah melakukan pencerahan dan darinya saya punya asa itu sekarang : dua masjid, satu mushala, satu bait amal, sebuah PAUD, satu toko kelontong, rumah terampil, dan satu lagi sedang dibangun komplek bangunan untuk pengajian lintas mazhab Komunitas Padhang Makhsyar—saya pikir mencukupi sebagai modal awal yang baik untuk mempersiapkan ‘kerajaan’ MUHAMADIYAH di ranting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here