Rawan Pelanggaran, KPI Siapkan Aturan Prokes Tayangan TV

0
168
Ketua KPI Agung Suprio (kanan) saat rapat koordinasi antara KPI dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan perwakilan lembaga penyiaran. (Foto KPI)

KLIKMU.CO – Prinsip penegakan protokol kesehatan di lembaga penyiaran bukan sekadar untuk menjaga keselamatan dan kesehatan terhadap tim produksi program acara. Namun, itu merupakan bagian dari sosialisasi kepada masyarakat terkait budaya perubahan perilaku di masa pandemi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo usai mengikuti rapat koordinasi antara KPI dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan perwakilan lembaga penyiaran terkait dengan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan di layar kaca yang digelar secara virtual, Rabu (16/2/2021), dikutip dari laman KPI.

Menurut Mulyo, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memahami perlunya panduan detail untuk masing-masing program acara di televisi sehingga selaras dengan prinsip pencegahan atas persebaran Covid-19 dan juga memberikan kenyamanan bagi pelaku industri penyiaran berkreasi.

“Untuk itu, KPI akan membentuk tim perumus kebijakan protokol kesehatan di televisi, terutama yang tampak di layar kaca, dengan melibatkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, lembaga penyiaran, serta pemangku kepentingan terkait lainnya,” tambahnya.

Hadir Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo, Ketua KPI Agung Suprio, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution, perwakilan Asosiasi Televisi Nasional Indonesia (ATVNI), serta perwakilan dari stasiun televisi.

Komisioner KPI Pusat Koordinator Bidang Kelembagaan Irsal Ambia menambahkan, KPI sebenarnya sudah mengirimkan surat edaran kepada seluruh lembaga penyiaran untuk melakukan penyesuaian adegan di program sinetron dengan protokol kesehatan. Menurut dia, muara pertemuan ini adalah pembuatan aturan teknis terhadap masing-masing program. Irsal menegaskan, KPI bukan pihak yang paling paham tentang protokol kesehatan. Karena itu, Satgas Covid-19 akan dilibatkan dalam pembuatan aturan tersebut.

“Sehingga kita dapat rumusan tentang bagaimana treatment yang paling memungkinkan untuk dilaksanakan di semua program siaran, khususnya program sinetron yang memang belum diatur dalam Keputusan KPI Pusat,” kata Irsal.

Sementara itu, Doni mengungkapkan bahwa saat ini terjadi tren peningkatan kepatuhan protokol kesehatan di masyarakat. Untuk itu, dia memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak, termasuk lembaga penyiaran, atas upaya dan dedikasi untuk menunjukkan keteladanan dalam menjalankan perubahan perilaku pada masyarakat.

Terkait pelaksanaan protokol kesehatan untuk produksi program siaran di televisi, Doni mendukung  keinginan para produser acara untuk menyiapkan posko atau satgas di setiap kegiatan guna mengawasi dan mengingatkan apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Sebaiknya satgas dibentuk dari internal lembaga penyiaran untuk menghadirkan budaya perubahan perilaku,” ujar Doni.

Selain itu, Doni menyarankan KPI  bersurat kepada Kementerian Kesehatan agar pelaku industri penyiaran mendapatkan prioritas sebagai penerima vaksin Covid sehingga kemampuan mengatasi ancaman persebaran virus ini semakin baik. “Tentunya meski sudah mendapat vaksin, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here