Rektor UMM Ajak Wisudawan Tetap Optimistis di Tengah Pandemi

0
78
Rektor UMM Dr Fauzan MPd dalam sambutan wisuda.

KLIKMU.CO – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Fauzan MPd dalam sambutannya di perhelatan Wisuda Luring Periode II Tahun 2020 secara bertahap Senin (14/9) mengajak seluruh wisudawan/wisudawati serta orang tua/wali yang hadir untuk tidak pasrah dan selalu optimistis di tengah pandemi Covid-19. Ajakan itu diwujudkan dengan menyeru seluruh hadirin untuk menjaga kesehatan dan merawat kehidupan untuk masa depan. Pada ranah yang kedua inilah, ditegaskan Fauzan, diperlukan satu tekad, satu sikap, dan satu jiwa yang tidak boleh menyerah, apalagi mengeluh.

“Saya ingin mengajak kepada saudara-saudara sekalian untuk selalu optimistis dalam menatap masa depan yang lebih baik. Mulailah dari yang kecil, konsentrasilah dengan yang kecil. Karena sesuatu yang besar itu pun juga dimulai dari yang kecil. Jangan suka mengabaikan yang kecil. UMM ini dimulai dari bangunan yang kecil. Bahkan, UMM sempat dipelesetkan dengan akronim Universitas Morat Marit karena saking kecilnya dan tidak teraturnya,” ungkap Fauzan di pergelaran kelulusan program pendidikan Doktor (S3), Magister (S2), Sarjana (S1), Diploma Tiga (D3) dan Profesi Periode II Tahun 2020.

Fauzan melanjutkan, berkat optimisme dan tangan dingin salah satunya Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM alm Prof Dr H Abdul Malik Fadjar MSc yang berpulang 7 September lalu ini, yang membuat Kampus Putih UMM menjadi besar. “Para mujahid melakukan perubahan-perubahan, baik terhadap dirinya sendiri maupun perubahan dalam keluarga. Jadilah mujahid itu. Tentu yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang positif. Oleh karena itu, kami berharap saudara bisa menatap masa depan yang lebih baik, yang lebih tegar dan optimistis,” amanat Fauzan.

Wisudawan/i duduk dengan menjaga jarak saat mengikuti wisuda UMM.

Wisuda luring UMM Periode II Tahun 2020 diselenggarakan secara bergelombang mulai Senin hingga Rabu (14-16/9). Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, UMM telah mempersiapkan protokol kesehatan khusus. Di antaranya kendaraan pengantar wisudawan/wisudawati hanya 50 persen dari kapasitas maksimalnya, penumpang kendaraan tidak melebihi batas maksimal suhu tubuh 37,8 derajat, mengenakan masker selama kegiatan di kampus atau prosesi wisuda, membawa makanan dan minuman sendiri, serta mencuci tangan/pakai hand sanitizer.

Tak sampai di situ, untuk seluruh peserta wisudawan/wisudawati yang masuk ke Hall Dome UMM, di pintu masuk dilakukan pengecekan kesehatan 3 tahap. Pertama, melihat saturasi oksigen dalam tubuh menggunakan alat Pulse Oxymetry. Alat ini dipakai guna menunjukkan bagus-tidaknya oksigenasi di tubuh. Oksigenasi orang normal akan menunjukan prosentase di atas 92 persen. Karena, disebutkan ketua Satgas Kehidupan Normal Baru Kampus UMM dr Thontowi Djauhari MKes pengukuran suhu tubuh saja tidak akurat. Kedua, pengukuran suhu. Ketiga, penggunaan hand sanitizer.

Lebih jauh, jumlah lulusan pada Periode II UMM Tahun 2020 adalah sebanyak 1.077 orang. Sementara, untuk jumlah wisudawan/wisudawati pada periode II Tahun 2020 adalah sebanyak 930 orang yang terdiri dari 345 wisudawan dan 585 wisudawati. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here