Rektor UMM Fauzan Bicara soal Misi Peradaban Perguruan Tinggi Muhammadiyah

0
235
Rektor UMM Dr Fauzan MPd saat Syiar Ramadhan Daring. (UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah, harus menjadi bagian tak terpisahkan dari interaksi dunia pada umumnya, dan interaksi bangsa pada khususnya. Demikian disampaikan Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), saat kajian Syiar Ramadhan Daring 1441 Hijriah bagi civitas academica yang digelar Jumat lalu (1/5) melalui saluran video streaming YouTube.

Perguruan tinggi sebagai pusat peradaban, menurutnya, merupakan suatu keharusan. Karena memang, perguruan tinggi merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang terdidik, orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi, serta para intelektual. Namun, harapan besarnya tidak hanya mereka memiliki ilmu pengetahuan, tetapi karena yang hendak dijangkau atau yang dinginkan adalah juga keluhuran budi.

Mengutip pernyataan Presiden Republik Indonesia ke-3 BJ. Habibie, bahwa iman dan taqwa (imtaq) harus menjadi roh sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam mengejawantahkan perilaku. Maka, seluruh warga perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah, di dalam misi menjalankan kehidupannya tidak bisa meninggalkan apa yang disebut Imtaq itu. Itulah misi peradaban perguruan tinggi.

Peradaban tidak mungkin bisa dibangun hanya dengan berpikir cara-cara parsialitas apalagi eksklusif. Maka, disebut Rektor Fauzan, kita harus menunjukkan bahwa pergerakan dalam mengemban pendidikan tinggi Muhammadiyah harus dijalankan ke arah yang bersifat inklusif. “Sebagai kaum terdidik, sebagai kaum intelektual, kita harus membawa pergerakan Muhammadiyah ke arah pergerakan yang inklusif,” katanya.

Apalagi, perguruan tinggi Muhammadiyah sebagai salah satu amal usaha yang mengemban misi dakwah tentu inklusivitas menjadi suatu keharusan. Dan kitalah sebenarnya yang harus mampu membangun komunikasi dengan semua lapisan, dengan semua masyarakat tanpa melihat ras ataupun golongan. Karena pada hakikatnya, sesuai semboyan UMM, “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”.

Muhammadiyah melalui perguruan tinggi, atau melalui UMM ini, menjadi satu amal yang menjadi rahmatan lil alamin. “Kita memang tidak bisa berjuang sendiri. Untuk bisa menciptakan semboyan itu tidak mudah. Tapi, saya berkeyakinan dan selalu optimistis, ketika kita bisa merangkul semua pihak, insya Allah Universitas Muhammadiyah Malang akan dirasakan kehadirannya. Dibuktikan melalui karya nyata,” tandasnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here