Rektor UMM: Jangan Anggap Kajian Ramadhan Ini Sekedar Rutinitas.

0
345
Dr Fauzan, M.Pd memberi sambutan di Kajian Ramadhan 1440 H PWM Jawa Timur. (Habibie/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO-Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur melaksanakan kajian Ramadhan 1440 H di DOME Universitas Muhammadiyah Malang Jawa Timur, Sabtu-Ahad (18-19/5).

Dalam sambutannya Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Dr Fauzan, M.Pd. bercerita, ada tukang becak, itu setelah memarkir becaknya dia meneguk air, karena pas waktu itu tidak puasa dan tempatnya adalah kendi. Kita dapat menebak di dalam kendi bukan air matang tetapi air mentah, diminum sampai dengan sepuas-puasnya,” paparnya.

“Adegan itu ada di depan rumah besar yang halamannya besar dan memang halaman itu di buat parkir tukang becak, tukang becak tahu pemilik rumah itu hanya berdua Bapak dan Ibu. Pada saat itu sang bapak keluar dari rumah, dia membersihkan daun-daun yang rontok dari pohon-pohon yang ada didepan rumahnya itu.

“Ada dialog, ketika si pemilik rumah melihat adegan yang dimainkan oleh si tukang becak tadi, si tuan rumah dalam hatinya berkumam seandainya saya diperbolehkan minum air sembarangan di sembarang tempat alangkah bahagianya saya, si tukang becak juga tidak kalah pinternya, ketika melihat si pemilik rumah sedang membersihkan rumah itu, tukang becak juga berkumam, kalau seandainya saya punya rumah besar yang setiap pagi membersihkan seperti orang itu, alangkah bahagianya saya,” katanya.

Fauzan, melanjutkan, dua strata sosial yang berbeda itu mencari bagian dari nikmat Allah. Alquran telah memberikan jawabannya, hanya orang yang mampu merasa bersyukur terhadap nikmat Allah itulah yang akan merasakan kebahagian.

“Kita sering menghadap-hadapkan sesuatu tetapi tidak pernah menyertakan rasa syukur sebagai pondasi yang dijadikan sebagai cara pandang untuk melihat kedepan.” tandasnya. Oleh karena itu kami mengajak, Marilah kita meningkatkan rasa syukur, kita jadikan syukur itu menjadi semangat meningkatkankan kualitas bermuhammadiyah kita.

Menurut dia, jangan dianggap pengajian ini adalah sesuatu yang hanya sekedar rutinitas.

“Kalau kita hadir jauh-jauh cara mengapresiasi pengajian ini hanya rutinitas maka siap-siaplah tidak akan memperoleh apa-apa. Padahal kita tahu bahwa pengajian ini sekaligus sebagai konsolidasi persyarikatan dalam rangka untuk lebih membawa Muhammadiyah yang mencerahkan di masing-masing wilayah dan daerah,” ujarnya penuh semangat.

“Kita ingin mempertegas gerakan Muhammadiyah Kahairunnas anfa’uhum linnas, oleh karena itu sekali lagi kita jangan melihat ini hanya seperti air yang mengalir tanpa makna tapi Bapak dan Ibu sekalian telah beriktikad dirinya melibatkan diri sebagai orang Muhammadiyah yang membawa misi amar makruf nahi mungkar untuk mampu menjadi khairu ummah, takmuruuna bilmakruf watanhauna ‘anil mungkar. Mampu, minimal amar makruf dan tidak akan sulit, karena whatshapp kita ini rasanya tidak jauh dari qaulun makruf, aliran whatshapp-iyah itu padahal baru itu bukan qaulun makruf, tetapi saya yakin seyakin-yakinnya kesempatan pengajian ini dalam rangka memberikan wawasan baru tentang bagaimana sebenarnya menggerakkan organisasi Muhammadiyah di wilayah dan daerah karena dinamika sosial selalu berubah,” pungkasnya. (Habibie)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here