Rempah Empire, Bisnis Kolaborasi Dosen-Mahasiswa UMM yang Ingin Kembalikan Kejayaan Rempah Indonesia

0
231
Dosen dan mahasiswa UMM ketika itu memamerkan produk Rempah Empire

KLIKMU.CO – Rempah pernah menjadi komoditas yang mampu membuai banyak negara lain terpikat datang ke Indonesia dan menjadikannya komoditas tinggi di pasar dunia. Sebuah potensi melimpah di Indonesia yang sayangnya banyak dari masyarakat kita belum sadar betapa kayanya kita sebenarnya. Sebuah pekerjaan rumah besar terutama untuk generasi muda agar lebih mengenal rempah dan memanfaatkannya secara maksimal.

Berawal dari keprihatinan itulah, dua dosen dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Novin Farid Styo Wibowo MSi dan Eka Khadarpa Utama Dewayani, MM, membuat bisnis kuliner berbahan dasar rempah-rempah khas Indonesia dengan nama Rempah Empire. Keduanya berkolaborasi dengan alumni (Wahyu Pratomo) dan beberapa mahasiswa

“Nama Rempah Empire sebenarnya agar lebih mudah dikenal sih. Karena terlebih dahulu kita sudah sering dengar istilah Sunda Empire yang katanya ingin mengembalikan tatanan dunia. Rempah Empire cita-citanya ingin mengembalikan harkat rempah Indonesia menjadi komoditas yang dihargai dan dihormati oleh bangsanya sendiri,” sebut Novin, Senin (15/6).

Konsep Rempah Empire menggabungkan kedai minuman rempah, makanan tradisional, alam, edukasi, dan budaya. Berada di lahan 3.000 m2, Rempah Empire tidak hanya berupa kedai, namun juga terdapat lahan kebun dengan tanaman aneka rempah, empon-empon, dan sayur organik. Sebagian besar minuman rempah dan produk makanan diambil dari kebun langsung “raw material”. Selain lahan kebun, juga disediakan ruang untuk kegiatan komunitas, outbound, dan panggung budaya.

Beberapa produk minuman rempah diberi nama-nama unik seperti Rempon (Rempah Empon-Empon) yang merupakan gabungan berbagai rempah dan empon-empon untuk imunitas tubuh, kemudian Ande-Ande Lumut yang berbahan dasar lemon, jahe, daun mint, sereh, cengkih, madu, dan lain-lain untuk recharge tubuh dan detoksifikasi.

Produk minuman lain juga mempunyai nama yang unik, seperti Brama Kumbara, Mantili, Ayu Mandira, Jaka Sembung, dan sebagainya. Semua resep minuman ini sudah melalui tahap percobaan berkali-kali hingga menemukan padu padan racikan yang pas. Jika di bisnis kopi dikenal istilah barista sebagai peracik kopi, untuk rempah dikenal istilah acaraki sebagai peracik rempah/jamu.

“Secara bisnis kami coba mencari ceruk pasar (market nicher, Red) spesifik dan akhirnya kami memutuskan minuman rempah ini. Karena belakangan ini semua fokus di bisnis kopi, tampaknya pasar mulai jenuh dan mencari sensasi minuman lain yang menarik. Minuman rempah ini tidak hanya bergerak di rasa, bau, dan warna namun lebih dari itu, ada proses storytelling dan edukasi dari setiap produk minuman yang disajikan, sehingga membuat nilainya jauh lebih tinggi dari produknya itu sendiri,” sambung Eka Khadarpa.

Rempah Empire yang berada di Beji, Kota Batu, mulai buka sejak pertengahan April lalu, tapi sempat berhenti karena peraturan pemerintah akibat pandemi Covid-19. Saat ini Rempah Empire kembali buka dengan menerapkan protokol kesehatan. Pembukaan Rempah Empire Sabtu lalu (13/6) terasa istimewa karena dikunjungi tamu kehormatan dari rombongan Keraton Solo yang dipimpin Kanjeng Pangeran Edi Wirabumi dan istri.

Rombongan dan pangeran kemudian mencoba beberapa menu minuman rempah dan memberikan apresiasi yang tinggi atas produk minuman rempah ini. Selain itu, beberapa kalangan dari Pemerintah Kota Malang dan Batu, komunitas, konservator, budayawan, mahasiswa, dan beberapa influencer juga turut hadir dan menikmati berbagai minuman rempah di Rempah Empire.

“Kami berharap Rempah Empire ini menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin belajar rempah, termasuk wadah bagi inkubasi mahasiswa UMM yang ingin belajar bisnis dengan praktek yang lebih riil di sektor kuliner dan edukasi rempah,” tandas Novin. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here