Rencana 10 BUMN Go Public Dapat Sambutan Positif

0
63
Foto MNC Media

KLIKMU.CO – Kementerian BUMN terus melakukan gebrakan kebijakan. Salah satunya adalah penawaran perdana saham BUMN ke publik (initial public offering). Artinya, akan banyak BUMN yang didorong untuk melantai di bursa saham.

Keputusan itu disambut baik salah satunya oleh anggota DPR RI Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih. Dia mengatakan, apa yang dilakukan Erick Thohir ini sejatinya adalah upaya restrukturisasi (perbaikan kinerja) BUMN yang sangat progresif. Sebab, tahun ini ditargetkan setidaknya ada 10-14 BUMN yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO).

“IPO adalah salah satu metode restrukturisasi BUMN yang paling rasional, karena dengan IPO BUMN dituntut untuk lebih profesional dan transparan. Dan mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan iklim persaingan bisnis. Semua BUMN yang beroperasi secara komersil harusnya didorong untuk IPO,” kata Abdul Hakim dikutip dari website pan.or.id.

Abdul Hakim sangat mendukung gebrakan Erick Thohir ini dan berharap rencana IPO tersebut dapat terealisasi semuanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Sebab, selain untuk memperbaiki kinerja, melantainya BUMN di bursa saham juga mendorong swasta untuk ikut berperan dalam mengelola aset-aset BUMN yang saat ini totalnya mencapai Rp 8.000 triliun lebih.

Dengan aset sebesar itu, masalah klasik yang dihadapi BUMN adalah budaya organisasi yang lambat dan cenderung birokratis karena beban politik yang cukup kuat. Sehingga dengan partisipasi publik dalam kepemilikan, diharapkan ada transformasi budaya organisasi sehingga kinerja akan bertambah baik.

Saat ini setidaknya ada 100 lebih BUMN dan 500-an lebih anak usahanya. Namun, sebagian besar masih dikelola dengan budaya organisasi yang lambat dan birokratis.

Dia menyebut hampir sebagian besar BUMN yang ada mengalami kerugian dari tahun ke tahun. Alih-alih memberikan kontribusi positif untuk kas negara, kebanyakan dari mereka justru menjadi beban negara

“Oleh sebab itu, langkah Kementerian BUMN melakukan restrukturisasi lewat IPO ini perlu didukung penuh,” katanya.

“Dengan IPO, saya berharap kinerja BUMN meningkat, menciptakan value creation dan bisa lebih banyak lagi kontribusinya terhadap negara baik melalui pajak maupun dividen” tutup Abdul Hakim.

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya menyebut akan ada 10 BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau go public hingga 2023. Perusahaan BUMN yang akan go public ini termasuk golongan dengan likuiditas yang besar.

“Karena itu Pak In (Dirut BEI), tantangannya itu tadi sampai 2023, minimum sepuluh BUMN akan kita go public dan market-nya sangat besar,” ujarnya dalam sambutan peluncuran IDX-MES BUMN 17 yang ditayangkan secara virtual, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, menurut Erick, dalam 10 tahun BUMN telah menjadi penyumbang terbesar terhadap negara. Yakni mencapai Rp 3.820 triliun. Baik dari pajak, dividen, maupun PNBP. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here