Rencana Bangun Gedung 30 Lantai, UMSurabaya Bersiap menuju World Class University

0
1172

WAWANCARA EKSKLUSIF
dengan
Dr. dr. H. Sukodiono, MM
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menjelma menjadi kampus unggulan yang diperhitungkan. Mutakhir ini, ‘Kampus Sejuta Inovasi’ tersebut juga sukses sebagai tuan rumah perhelatan Sidang Tanwir I Aisyiyah. Bahkan, Wakil Presiden RI pun berkenan menyambangi kampus ini untuk meresmikan At-Tauhid Tower sebagai gedung baru kebanggaan.

Sebenarnya, apa konsep manajemen yang diterapkan sang Rektor sehingga capaian prestasi kampus kian melambung. Lantas, apalagi target yang masih ingin dicapai untuk menjadikan UMSurabaya menjadi World Class University? Berikut petikan wawancara M. Syaikhul Islam Pemimpin Redaksi KLIKMU.CO dengan Dr. dr. H. Sukodiono, MM Rektor UMSurabaya, Jumat (2/2).

Sidang Tanwir I Aisyiyah sukses digelar. Sebagai tuan rumah, bagaimana kesan Pak Rektor?

Kesan saya, betul-betul merasa beruntung ditunjuk oleh PP Aisyiyah sebagai tuan rumah Sidang Tanwir I. Karena hal tersebut adalah bentuk komitmen kami untuk berbakti terhadap Persyarikatan.

Dalam momentum itu, gedung baru At-Tauhid Tower yang berlantai 13 juga diresmikan oleh Wakil Presiden RI. Apa nilai lebih dari peristiwa tersebut?

Kami sangat bersyukur gedung At-Tauhid Tower telah selesai pembangunannya dan diresmikan. Itu adalah proses panjang penantian kami untuk memiliki gedung baru yang representatif yang dibangun selama 2 tahun 3 bulan. Sejatinya, gedung tersebut merupakan simbol keteguhan iman dan perlawanan terhadap mitos yang diasosiasikan sebagai kesialan (karena gedung tersebut memiliki 13 lantai, red.). Justeru, jumlah 13 lantai tersebut menjadi simbol keberuntungan dan menjadikan UMSurabaya sebagai kampus yang berintegritas dan berkemajuan. Apalagi, yang meresmikan adalah Wapres RI, Bapak Jusuf Kalla. Tentu ini menjadi memoar sejarah tersendiri dan menjadi kebanggaan sivitas akademika UMSurabaya.

Di bawah kepemimpinan Pak Rektor, UMSurabaya makin berkibar. Memiliki Fakultas Kedokteran, membangun gedung baru yang megah, mendirikan pabrik air minum, dan sejumlah prestasi lainnya. Bagaimana Pak Rektor memanaj itu?

Tentu kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja cerdas kami lakukan untuk membuat UMSurabaya lebih berkiprah. Mulai dari gedung baru, berdirinya Fakultas Kedokteran, hingga perusahaan air minum kami buat. Hal tersebut tidak akan terjadi, jika tidak ada kerjasama, kekompakkan, dan rasa saling memiliki atau sense of belonging yang kuat. Saya sangat optimis bahwa ke depan capaian-capaian tersebut akan terus meningkat sesuai dengan target kami di formasi Rektorat UMSurabaya, yaitu Trisula UMSurabaya. Di antaranya; internasionalisasi UMSurabaya melalui kerjasama dengan universitas dan institusi di luar negeri, baik di tingkat Asia, Eropa, hingga Amerika dalam berbagai macam bidang agar UMSurabaya menjadi World Class University.

Kemudian, kami menargetkan akreditasi A Institusi yang itu akan terwujud jika semua sivitas akademika bekerja keras untuk semua program studi dan fakultas. Semua bahu membahu secara bersama-sama meraih akreditasi A Institusi serta meningkatkan mutu dan prestasi seluruh sivitas akademika. Sedangkan, inovasi UMSurabaya akan digalakkan melalui berbagai macam kegiatan dan program yang membangun kultur dan semangat pembaruan, sehingga UMSurabaya siap bersaing di era globalisasi ini.

Sebagai kampus di era kekinian dan berorientasi masa depan, apa target Pak Rektor selanjutnya?

Kami terus membangun jejaring internasional, menguatkan iklim dan inovasi terhadap seluruh sivitas akademika. Komitmen tersebut kami tuangkan dalam tagline kampus kami, yakni ‘Kampus Sejuta Inovasi’ serta standardisasi mutu yang akan terus kami tingkatkan, sehingga seluruh stake holder merasakan dampak positif dari perkembangan kampus UMSurabaya.

Menurut Pak Rektor, apa hal urgen dan mendesak yang perlu segera dibenahi dalam konteks pengembangan kampus?

Ada dua hal prioritas yang akan kami kerjakan. Mulai dari fisik, yaitu pembangunan gedung 30 lantai yang menjadi ancang-ancang kami berikutnya. Kemudian, pengembangan sumber daya manusia, di mana dosen-dosen akan kami perkuat karir publikasi dan basis keilmuannya, serta percepatan prestasi mahasiswa, baik dalam skala nasional maupun internasional untuk memperkuat iklim inovasi yang menjadi harapan kami.

Bagi dosen dan karyawan, selain harus memiliki komitmen dan loyalitas kerja di kampus, bagaimana konsep Pak Rektor agar mereka juga punya andil dalam dakwah Persyarikatan?

Kami menginstruksikan agar seluruh sumber daya manusia UMSurabaya mengabdi kepada Persyarikatan sebagai bentuk loyalitas terhadap Muhammadiyah dan komitmen dalam menjalankan amal usaha. Tentu, hal tersebut dapat dibuktikan dari sebagian besar dosen dan karyawan kami adalah pengurus Persyarikatan Muhammadiyah di berbagai level, mulai dari cabang hingga wilayah. Hal tersebut merupakan kesadaran yang kami bangun di UMSurabaya.

Apa pesan Pak Rektor kepada generasi muda?

Teruslah belajar dan jangan cepat berpuas diri. Ke depan tantangan anak-anak muda terhadap globalisasi akan semakin berat. Hanya anak-anak muda yang inovatif dan bekerja keras-lah yang akan mampu menghadapi tantangan tersebut. (ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here