Renungan 1/3 Malam di Rumah Aja #7: Arah Datangnya Rizki

0
150
Foto diambil dari KabarMakkah.com

KLIKMU.CO

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.
Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad.

Saudaraku yang baik hati,
Saat kondisi susah bin krisis seperti ini, banyak yang mengeluh. Ada yang mengeluh minta bantuan, ada yang hanya sekedar ngudo roso (curhat).
—–
“Abah, rumiyin pas kulo joyo, katah konco dolan ten griyo. Sakmeniko pas susah, mboten wonten ingkang ndugi”. (abah, dulu sewaktu saya sukses, banyak teman yang datang kerumah. Sekarang saya lagi susah, tidak ada yang datang).
—–
Pesan via wa itu aku jawab dengan emoticon senyum “podoo, aku wis tau” (sama, saya sudah pernah)

———-
Saudaraku yang budiman,
Pertanyaan lanjutan yang seringkali muncul adalah bahwa seseorang sudah banyak berbuat kebaikan dan beribadah, kenapa masih diuji ?
Allah tidak menjanjikan lagit selalu biru, ombak selalu tenang, dan tanah selalu basah.
Dalam ayat 2 surat al-‘Ankabut Allah berfirman : “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, kami telah beriman dan mereka tidak diuji ?”

Astaghfirullah hal adzim…, jangan uji aku melebihi kemampuanku Ya Allah…

———-
Saudaraku yang rendah hati,
Sering kita berharap teman yang dahulu datang saat kita jaya akan menjadi perantara pertolongan saat kita susah.
Bukankah Allah sudah mengatakan dalam ayat 2-3 Surat Ath-Tholaq : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya”.
—–
Siapa kita kok bisa menentukan pertolongan datang dari siapa.
Berani-beraninya kita mengatur Allah kapan dan lewat mana menyalurkan rahman rahim Nya.
—–
Astaghfirullah hal adzim…
Maafkan kami yang mengatur Mu dari arah mana rizki datang.
Maafkan kami yang mengotori hati dengan ketidak-ikhlasan pamrih selain pahala ketika menolong orang lain.

———-
Saudaraku yang bahagia,
Quote sore ini adalah :

❞Mengandalkan Allah disetiap keadaan adalah mengandalkan makhluk Nya. Berserah diri hanya pada Allah, bukan pada makhluk Nya❞

———-
Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.)

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

*KWS Life Academy.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here