Renungan 1/3 Malam di Rumah Aja #9: Wisata Hati

0
59
Foto diambil dari mushroom-magazine.com

KLIKMU.CO-

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.
Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad.

Saudaraku yang baik hati,
Anda pasti pernah atau bahkan sering berwisata. Entah ke gunung, pantai, atau hanya sekedar ke kebun binatang. Atau berwisata ke mall ?
Tapi pernahkah anda berwisata ke rumah sakit ? Iya…, ke rumah sakit.
Aku juga gak pernah. Gak pernah niat sih, tapi terjebak dalam suasana wisata yang wow.
———-
Saat badan dilanda sakit, sering yang pertama kali keluar dari lisan kita adalah keluhan atau aduhan rasa sakit. Paling banter istighfar…
———-
Ketika ditanya sahabat dan kerabat tentang kabar, kita menjawab : “Iya nih lagi flu berat” atau “Sedang dikasih cobaan sama Allah”.
Padahal Allah menyelipkan banyak hikmah dan bonus didalamnya. Kenapa kita tidak katakan : “Alhamdulillah lagi sakit”.
———
Alhamdulillah aku lagi sakit dan berobat ke rumah sakit. Mendaftar di loket non BPJS, supaya gak antri dan gak nunggu lama. Qadarullah hari itu dokter non BPJS tidak praktek, dan semua pasien dijadikan satu dengan pasien BPJS. Tempat duduk hampir semuanya penuh, dan aku memilih berdiri, lama, sambil mengeluh dalam hati. Dan sumpah serapah pada siapa entah berputar dalam jiwa yang resah.
———-

Saudaraku yang budiman,
Rasanya sudah seratus nama dipanggil, namaku belum juga. “Ibu Sukemi…Ibu Sukemi”. Beberapa kali panggilan itu namun belum ada yang mendekat. Aku lihat seorang Ibu yang sudah sepuh mulai risau, sambil menoleh kanan kiri. Sejenak kemudian seorang anak muda tergopoh menghampirinya. Ibu sepuh itu berkata lirih, tersenyum sambil mengelus kepala anak itu : “Kowe nang endi le, wis wayahe Ibu” (kamu dimana nak, sudah waktunya ibu).
———-
Ya Allah, Ibu itu ternyata buta. Antri sekian lama tak mengeluh, bahkan masih tersenyum ketika anaknya tak kunjung muncul saat namanya dipanggil. Di saku anak itu ada mushaf kecil. Rupanya dia duduk mengaji agak jauh karena penuhnya kursi tunggu.
———
Aku berdoa sekenanya agar diberikan kekuatan hati untuk menahan tangis. “Kamu cemen ! Iya kamu yang suka mengeluh !” : Aku maki diriku sendiri. Allah menutup jalur non BPJS agar aku merasakan dan melihat sendiri, ada banyak rasa syukur yang berserakan didepanku, sementara aku hanya punya sedikit.
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Kisah Nabi Ayub jelas memberikan pelajaran. Bertahun-tahun bertarung melawan penyakitnya. Bukankah Rasulullah pernah bersabda : “Sesungguhnya besarnya balasan disertai dengan besarnya musibah. Sesungguhnya Allah bila mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Maka siapa yang ridha, dia akan memperoleh keridhaan dan siapa yang murka, ia akan memperoleh kemurkaan” (HR Tirmidzi).

Astaghfirullah hal adzim.., ampuni aku Ya Allah…
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote sore ini adalah :

❞Saat merasa hati sebening embun, pertanda ada masalah dan kurang piknik. Cobalah wisata ke tempat hati bisa terbolak-balikkan atas kuasa Nya❞

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insyaa Allah.)

Wasalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

*KWS Life Academy.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here