Renungan Akhir Ramadhan #4: Menyongsong Kematian

0
111
Ilustrasi diambil dari tri hanifah

KLIKMU.CO

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.
Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin.

Saudaraku yang baik hati
Sering kita memikirkan _’besok makan apa’_, atau _’semester depan liburan kemana’_, atau mungkin _’project bulan depan harus dipastikan sekarang’_…
Kita memikirkannya karena yakin saat itu akan tiba. Sehingga dipersiapkan direncanakan mulai dari sekarang.

Pernahkah kita merenungkan tentang kematian ? Hal yang lebih pasti dibanding semua hal diatas.
Siapkah kita ?
Apa rencana kita ?
Bagaimana strateginya ?

Saudaraku yang budiman
Kematian adalah hal yang pasti bagi semua yang bernyawa. Pernah Rasulullah membuat garis segi empat, dan Beliau membuat garis di tengahnya keluar darinya. Beliau membuat garis-garis kecil kepada garis yang ada di tengah ini dari sampingnya yang berada di tengah. Beliau bersabda,”Ini manusia, dan ini ajal yang mengelilinginya, atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah-musibah. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya.”

Sekuat apapun pasti akan meregang nyawa. Superman aja mati. Buktinya dulu ada band bernama ‘Superman is Death’.

Saudaraku yang rendah hati
Bersyukur kita mempunyai keluarga yang menyayangi kita. Pasangan, anak, orang tua, saudara dan bahkan sahabat. Semua akan menangis ketika kita meninggal. Seolah tak ingin berpisah.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan : “Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap”.

Bila waktu tlah berlalu, teman sejati tinggallah amal. Dan kematian menjadi pintu gerbang menuju kemuliaan.

Saudaraku yang bahagia,
Quote sore ini adalah :” Masa depan adalah sekarang. Apa yang kita lakukan sekarang, menentukan masa depan. Bukankah masa depan kita akhirat ? ”

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

_*Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah*_
Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.

*Owner KWS Life Academy.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

@kws.hikmah.ramadhan
@Ramadhan1439H
@strong.wise.humble

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here