Renungan Akhir Ramadhan: Kembali Suci?

0
106
Foto menghapus dosa diambil dari dakwahyu

KLIKMU.CO

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.
Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin.

Saudaraku yang baik hati
Ramadhan tahun ini hampir purna sudah. Dari awal semua berlomba sedekah, infak dan banyak kebaikan lain.
One day one juz, one day one hadits menjadi alunan yang menentramkan.
Malam ganjil menjadi primadona bagi pemburu malam kemuliaan, malam seribu bulan.
Semua berharap hal yang sama. Terhapus semua dosa, kembali suci seperti bayi.

Saudaraku yang budiman
Ada beberapa fenomena dalam setiap ramadhan. Masjid terasa menjadi kecil di awal ramadhan, penuh sesak. Dan membesar lagi di akhir ramadhan, shaf menurun.
Pemburu _qadaran_ menggunakan strategi _OGI (ogah rugi)_. Kenapa mesti memperbanyak ibadah di malam genap, kalau lailatul qadar hadirnya diprediksi malam ganjil ?

Dosa kecil bisa terhapus dengan puasa, sedekah, taraweh, tahajjud dan lailatul qadar. Tetapi jangan lupa, syarat penghapusan dosa tersebut yaitu bila kita menjauhi dosa besar.

Beberapa justru ada yang lalai sholat lima waktu. Buka bersama bertemu kawan, antri sholat karena tempat kecil, maghrib terlewatkan. Sholat wajib dianggap remeh. Masuk dalam dosa besar. Amalan selama ramadhan gagal menghapus dosa.
Naudzubillah…

Saudaraku yang rendah hati

Ramadhan membuat kita lebih mengkhawatirkan banyaknya ibadah yang kita lakukan. Bahkan mengurangi tidur. Tetapi sesungguhnya kita lebih patut khawatir berapa banyak dari ibadah kita itu yang diterima Allah.

Apakah kita masuk golongan insan yang bertakwa jika masih juga melakukan dosa besar ?
Padahal Allah jelas memperingatkan dalam ayat 27 surat al-Maidah : _“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan) dari orang-orang yang bertakwa.”_

Semoga Allah mempertemukan kita dengan ramadhan tahun depan untuk memperbaiki semuanya. Menunggu dengan istighfar tak henti, berharap ridho Allah menerima ibadah kita.

Saudaraku yang bahagia
Quote sore ini adalah :

_*” Sejatinya setiap ibadah adalah lingkaran berkelanjutan. Terus dan terus menuntun hamba pada ketaatan yang lebih tinggi nilainya “*_
———-

Selamat menutup ramadhan tahun ini, menyongsong iedul fitri dengan menggemakan takbir merasuk dalam jiwa.

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

*Owner KWS Life Academy.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

@kws.hikmah.ramadhan
@Ramadhan1439H
@strong.wise.humble

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here