Renungan Akhir Ramadhan#1: Keshalehan Sosial

0
255
Foto siswa SMP Negeri 16 membagikan takjil kepada para musafir diambil oleh Megarini

KLIKMU.CO

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillaahir-rohmaanir-rohiim.
Al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin.

Saudaraku yang baik hati.
Kita manusia diciptakan Allah untuk beribadah pada Nya. Menjalankan perintah Nya, menjauhi apa yang Dia larang secara kaffah.
Allah juga mengamanahi kita menjadi khalifah dimuka bumi. Dimana khalifah tidak bisa hanya memikirkan dirinya sendiri. Tidak bisa egois.
Mari kita sama-sama bercermin, apakah diri kita termasuk orang yang egois dalam ibadah ?

Saudaraku yang budiman.
Dalam kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam al Ghazali, diceritakan dialog antara Nabi Musa dengan Allah.
Musa bertanya,”Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?”.
Lalu Allah menjawab,” *Sholat mu itu untukmu sendiri*, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar. *Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri*, membuat hatimu menjadi tenang. *Puasamu itu untukmu sendiri*, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri.”
Musa kembali bertanya,”Lalu apa ibadahku yang membuat hatiMu senang Ya Allah ?”.
Allah menjawab,” *Sedekah, infaq, zakat serta perbuatan baikmu*. Itulah yang membuat aku senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, Aku hadir disampingnya.”

Ke-sholeh-an seseorang tidak boleh hanya memenuhi ke-sholeh-an individu, tapi juga harus memenuhi apa yang dinamakan ke-sholeh-an sosial.

 

Saudaraku yang rendah hati.
Rasulullah pernah mengingatkan salah seorang sahabat yang sedang berdoa. Agar tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tapi doakan juga kaum muslimin. Hal ini salah satu perwujudan _Khoirunnas anfa’uhum linnass_…, sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi banyak manusia lain.

Bahkan tentang hablum minallah dan hablum minannas ini Allah menegaskan dalam ayat 112 surat Ali Imran : “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada *tali (agama) Allah* dan *tali (perjanjian) dengan manusia*. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan….”

Saudaraku yang bahagia,
Quote sore ini adalah :

” Pantaskah kita yang masih jauh dari ke-sholeh-an sosial mendapatkan ‘qadaran’. Karena malam kemuliaan adalah penyempurna ke-sholeh-an sosial ”

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah.
Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah”.

*KWS Life Academy.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

@kws.hikmah.ramadhan
@Ramadhan1439H
@strong.wise.humble

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here