Renungan Anak Bangsa #12: Ruwetnya Pemilu Kita

0
136
Foto kotal pemilu diambil dari kreasiindonesia

KLIKMU.CO

Oleh: M.Mufti Mubarok*

Beda Pilpres, Pilkada, dan Pileg. Baru kali ini kita akan memlilih presiden, caleg tingkat pusat, porvinsi dan daerah, ditambah DPD, jadi akan mencoblos 5 kali secara bersamaan, apa tidak bingung, menghafal nomer dan parpol serta caleg rasanya amat sulit.

Maka mungkin pemilih akan gampang memilih presiden karena hanya 2 calon
Apa perbedaan yang signifikan diantara 3 bentuk pemilu:

Pilpres lebih gampang memlilih person, yaitu hanya memilih 2 orang dari seluruh penduduk di Indonesia, biasa pemilih melilih berdasarkan banyak alasan dan jarang bisa tatap muka. Maka pemilih biasanya suka suka pilih presidennya, tergantung persepsinya kalau tidak Jokowi ya Prabowo.

Kalau Pileg akan sangat sulit, dengan 16 parpol tiap dapil dan rata rata 10 caleg tiap partai. Setiap pemilih akan nencari nama caleg dan tidak ada foto. Jika mau coblos caleg DPR pusat maka akan mencari 1 dari 160 caleg, unt melilih tingkat Provinsi 160 celag lebih, unt memelilih caleg Dprd Kab dan kota harus juga mencari 16 parpol dan 180 caleg dengan surat suara yang nama caleg kecil kecil.

Belum lagi memilih DPD, yang jumlahnya banyak 30 lebih tiap provinsi
Artinya betapa sulitnya memlilih DPR nanti.
Pemilih kita akan kesulitan unt memilih. Jadi banyak yang malas dan acuh.

Kampanye caleg dan parpol makin sulit, karena banyak caleg dan parpol belum lagi kampanye presiden.
Akibatnya jangankan mikir program, mikirin sosialisasi parpol dan caleg pasti pusing

Parpol memang sudah kadung mengusung capres secara struktur tapi secara kultur akan banyak masalah di daerah daerah, karena pilkada yang baru selesai menyisahkan hutang budi dengan petahana. Bisa bisa di pusat pilih presiden A di bawah pilih presiden B

Jadi pilpres tidak berbanding lurus dengan pilkada dan pileg. Bisa cross dukungan dan saling selingkuh antar parpol dan caleg serta kepala daerah.

Jadi ini pemilu yang sangat mahal yang menghasilkan hasilnya minim. Karena memilih yang ita itu.capres nya ita itu, calegnya ya ita itu, kalau pun ada calon yang baru hanya sebagai pengembira. Toh sejatinya masih orang lama dan partai lama.

Buat apa menghamburkan Trliyunan, toh pemilu makin ruwet dan yang terpilih masih ita itu

*Direktur LeSuRe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here