Renungan Anak Bangsa #9: Indonesia Tak Butuh Presiden

0
271
Foto the land of wakanda diambil dari kincir

KLIKMU.CO

Oleh: M.Mufti Mubarok*

Dua tagar tentang presiden kita sekarang berrhadap hadapan 2019#DuaPeriode dan 2019#GantiPresiden. Mengapa dua kalimat yang sebenarnya tesis dan antitesis, sebab dan akibat saja.

2019 #DuaPeriode adalah hal yang biasa bagi petahana, melanjutkan kembali gurih kue jadi presiden yang sudah di rasakannya. Bagaimana pun akan diperebutkan dengan cara apa pun . Karena seorang presiden di indonesia mirip dengan raja. Sebab presiden bisa berbuat segala galanya untuk mengunakan anggaran negara sekitar 2400 trilyun tiap tahun, belum lagi dana non APBN yang jumlahnya ribuan Trilyun tanpa Review legislatif. legislatif ,dan penegak hukum POLRI atau TNI lembaga yang mestinya mengontrol nyaris lumpuh dan hanya menjadi alat negara.

Sementara lembaga lembaga independen negara juga nyaris lumpuh tergantung pada kekuasaan.

kalau jadi presiden hanya memuaskan parpol pendukungnya dan hanya menghambur hampurkan ribuan trilyun dan haus akan kekusaan. Lupa bahwa jadi presiden sejatinya adalah pelayan bukan membabibuta dengan kekuasaannya dan mengabiskan potensi dan refresif pada rakyat. Untuk apa ada presiden

Sebenarnya Hanya perlu Perdana Menteri

Kalau kekuasaan presiden jadi seperti dulu tidak tak terbatas, maka kita sudah kehilangan sebagai bangsa. Dengan sistem kekuasaan seperti absolut Menteri menteri kadang kurang punya otoritas, masalah kecil kecil harus presiden, lalu di nama letak kekuasaan menko.

Cocoknya Indonesia ini presiden adalah perdana menteri yang fungsinya seperi menteri senior dan koodinator menko. Agar kekuasan presiden tidak tak terbatas. Presiden perlu dibatasi kekuasaan. Parpol juga harus dikurangi kekuasaannya. Toh selama ini parpol hanya menjadi biang kerok di republik ini. Karena parpol sejatinya sperti perusahaan

Presiden sejatinya Karyawan Kontrak RI

tagar Ganti presiden
Sebenarnya biasa saja toh memang jabatan presiden dibatatasi 2 periode dan tiap 5 tahun harus di pilih lagi.

Persoalannya mengapa petahana takut dengan gagasan ganti presiden. Memang selama 5 tahun menjabat sebagai presiden kurang. Dan kalau sudah berbuat banyak unt republik ini . Toh rakyat sudah paham. Katanya presiden prestasi banyak sekali. Dan katanya bersih, merakyat. Kenapa takut. Kalau sudah memimpin, mestinya lebih tenang, ini kayaknya para kandidat bikin gaduh. Kasihan rakyat. Parpol sudah makmur, presiden sangat makmur. DPR makmur BUMN makmur. Lalu rakyat kita jauh dari makmur.cenderung miskin.

Indonenesia sudah auto Pilot

Sebenarnya rakyat indonesia sudah sangat terbiasa dengan semua kondisi. Pernah krisis, pernah susah dan jarang enak, Kalau ada rakyat indonesia masih peduli terhadap siapa presiden dengan Tagar apa pun, Harus dapat apresiasi bukan malah dikebiri. Berarti rakyat masih peduli, kalau rakyat tidak peduli itu yang berbahaya. Rakyat kita sudah sangat dewasa dan mandiri. Seandainya tanpa presiden pun sudah siap.toh selama ini presiden kurang punya fungsi melayani rakyat. Rakyat kita sangat mandiri.

GOLPUT menjadi alternatif

Sejatinya dari pemilu ke pemilu yang memang adalah golput. Jadi siapa pun presidennya atau pemenang parpolnya yang memang adalah golput. Memang kita tidak boleh Golput. Tapi kalau melihat 2 capres kayak anak kecil ini. Pilihan golput tidak salah. Karena tontonan pemilu belum ada perubahan dan pilihan yang menarik

Kita sudah 73 tahun merdeka dan kenyang di adu domba baik oleh asing maupun bangsa sendiri. Maka lupakan 2 periode atau gantipresiden. Toh tontotan 2014 dan 2019 kita hanya memilih ita itu

*Direktur Lembaga Survey regional(LeSuRe), Pusat Kajian dan Advokasi Tanah(PUKAT), Institute For Development and economic (IDE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here