Renungan Hari Lahir ke-74 Indonesia: Kyai Mahsun Djayadi: Kemerdekaan Ini Milik Siapa?

0
595
Foto Pengibaran bendera Merah Putih diambil dari News.Detik.Com

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, alenia 1).

Kemerdekaan yang didapatkan oleh rakyat dan  bangsa Indonesia adalah merupakan berkat rahmat Allah swt, dan jerih payah perjuangan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Untuk mencapai kemerdekaan tersebut, seluruh rakyat dan bagsa Indonesia rela mengorbankan segalanya baik harta, benda, jiwa dan raga sekalipun.Begitu juga dengan bangsa-bangsa lain, bahwa untuk mencapai suatu kemerdekaan  yang hakiki memerlukan  pengorbanan yang tidak sedikit.Lalu, mengapa negara-negara yang di bawah tangan penjajahan ingin melepaskan diri dan ingin merdeka? Ini merupakan hal yang yang wajar dan hal yang sangat didambakan oleh semua negara yang pernah dijajah. Karena dengan merdekanya negara-negara tersebut berarti lepas dari cengkraman negara lain dalam segala bidang dan berhak  untuk menentukan negaranya sendiri tanpa ada paksaan dan tekanan dari negara lain.

Selain itu, sudah jelas bahwa kemerdekaan itu merupakan hak bagi setiap bangsa.Setiap negara terjajah pasti ingin merdeka, karena : Kebebasannya dirampas, Tersandera dan tidak berdaya, serta Tidak bisa menentukan masa depannya sendiri.Negara Indonesia yang kita cintai ini, secara dejure telah merdeka 74 tahun yang lalu, artinya, secara hukum setiap warga negara Indonesia sudah sah sebagai pemilik negeri ini, dan sah menentukan nasib sendiri tanpa terkooptasi oleh siapapun.Tetapi, secara defakto masih penuh tanda tanya. Bahkan sebagian warga negara ini masih pada tahap “mimpi” tentang kemerdekaan ini.Jadi, menurut hemat saya simple saja indicator kemerdekaan yang hakiki itu, yakni :

Pertama. Tahrir, yakni Kebebasan sesuai dengan hukum dan perundang undangan.sikap yang bebas untuk mengatur bangsa dan mengambil keputusan sesuai peraturan yang telah disepakati. Misalnya di bidang ekonomi, negara ini harus mandiri dan tidak disandera oleh pemilik modal asing yang kapitalistik. Kebijakan politik dalam maupun luar negeri harus mandiri dan tidak berlindung di ketiak kekuatan asing.

Kedua. Taqdir, yakni Berdaya dan mempunyai nyali.Hakikat kemerdekaan merupakan suatu hak yang dimiliki oleh sebuah bangsa untuk mengatur sendiri semua urusan bangsa tersebut tanpa adanya campur tangan dan tekanan dari pihak manapun. Warga bangsa yang mempunyai nyali dan percaya diri mampu berdaya dan memberdayakan seluruh warga negara ini menjadi warga dan bangsa yang bermartabat dan terhormat.

Ketiga. Taqdim, yakni Maju dan Visioner. Mempunyai kemampuan berinovasi dan berdinamisasi. Ini ditunjang dengan SDM yang terus menerus meningkat kualitasnya, sehingga mampu menentukan masa depan negara ini. Di samping itu seluruh warga negara merasa aman dari berbagai intimidasi, terlindungi secara hokum, hidup sejahtera, “Makmur berkeadilan dan adil berkemakmuran”.

Maka pertanyaannya adalah : Sesungguhnya kemerdekaan ini milik siapa sih ? Jawabannya jelas : yaitu milik setiap warga negara yang telah terpenuhi tiga indikator di atas. Adapun bagi warga masih punya masalah dengan tiga indicator tadi berarti kemerdekaannya semu

Foto Kyai Mahsun Jayadi diambil oleh Bintang Ramadhan

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here