Renungan Jelang Akhir Ramadhan #10: Berkejaran dengan Waktu

0
581
Ilustrasi diambil dari berita dunia.net

KLIKMU.CO

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.

Saudaraku yang baik hati,
Pernahkah merasa hidup anda telah melenceng, dan saat ingin kembali ada rasa enggan melanda ? Saya pernah (baca : sering).
Wah berarti masih sering melenceng
———-

Bulan depan saya akan berusaha sholat lima waktu.
Setelah ulang tahun saya akan menjadi manusia ahli ibadah yang penuh berkah.
Selesai ramadhan saya baru mau ke tanah suci.

Kalau kita mau jujur, deretan pernyataan seperti itulah yang sering muncul dari hati kita.
———-

Dejavu. Ketika ada seorang sahabat yang bilang kalau dia siap berangkat umrah ke tanah suci setelah lebaran. Kenapa ? Karena sekarang belum siap, belum bisa ibadah wajib dengan lengkap dan lainnya.
Saya seperti berkaca pada diri sendiri beberapa belas tahun lalu. Sama.
———-

Saudaraku yang budiman,
Seperti tersebut dalam ayat 17 Surat an-Nisa : “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera,  Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Saya sampaikan beberapa pertanyaan dan pernyataan pada sahabat tersebut. Belum tentu umur kita nyampai setelah lebaran. Tidak ada jaminan nanti kita lebih siap dan lebih sehat.
Bukankah Surat an-Nisa 17 diatas mendorong kita menyegerakan taubat.
———-
Bersyukur tak terhingga pulang dari tanah suci menemani sahabat yang berusaha kembali ke jalan orang yang Allah beri nikmat. Semoga istiqomah ditengah godaan yang terus menjarah.
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab, Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan”.

Masalahnya adalah tidak satupun diantara kita yang tahu kapan ruh kita dipanggil pulang oleh Nya.
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote hari ini adalah :

Jika belum bisa membiasakan ibadah yang diwajibkan, barengi dengan mengurangi dosa yang telah menjadi kebiasaan. Bungkus keduanya dengan istighfar
———-

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.)

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

*KWS Life Academy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here