Renungan Jelang Akhir Ramadhan #4: Sabar

0
540
Ilustrasi diambil dari Republika

KLIKMU.CO

Oleh: Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.

Saudaraku yang baik hati,
Sering kita mendengar ungkapan tentang sabar dari sahabat dan kerabat.
“Sabar sih sabar, tapi kan ada batasnya”
“Kita sabar sabarin kok dia begitu terus, kita harus melawan”
“Sabar…, hidup itu perjuangan”

Saya menulis ini bukan berarti saya sudah lulus dalam hal kesabaran ya…., masih jauuuuh…
———-
Salah satu indikator keimanan adalah kesabaran. Baik itu kesabaran akan nikmat dan ujian Allah, maupun kesabaran dalam silaturahim antar manusia.
Tidak sedikit yang hilang kesabaran dan putus asa seakan tidak ada jalan keluar lagi atas ujian Allah yang begitu berat. Tidak jarang pula yang menjauhkan rasa sabar ketika nikmat Allah begitu besar menerpanya. Sehingga yang muncul adalah rasa sombong dan jumawa.
———-
Dalam hubungan antar manusia apalagi…, rasanya susah menahan kesabaran jika ada teman yang menjengkelkan. Atau menghadapi anak anak yang tidak nurut.
Hmmm…., jadi ingat waktu muda banget dulu, betapa berdosa nya saya sama Bapak Ibu…hiks..
———-

Saudaraku yang budiman,
Allah berfirman dalam ayat 200 Surat Ali Imran : “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah SWT mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

Allah menjanjikan kemenangan bagi hamba yang bersabar. Apakah kita masih ragu dengan janji Allah ? Bukankah Allah pasti mengabulkan doa orang sholeh ? Walaupun peng-kabul-annya bisa di dunia, bisa di akhirat. Toh dunia hanyalah permainan belaka…
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Dalam hadits riwayat Muslim Rasulullah bersabda : ”Tiada seorang Muslim pun yang tertimpa musibah, lalu dia berkata sesuai petunjuk yang diperintahkan Allah, sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku dan gantilah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya, melainkan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik daripada musibahnya itu.”

Sering kita membolak-balikkan antara musibah dan anugerah. Sesuatu yang kita sebut anugerah tetapi faktanya semakin membuat kita jauh dari Allah, lebih pantas kita sebut musibah.
Begitupun sebaliknya, sesuatu yang sering kita sebut musibah dan faktanya membuat kita lebih mendekat pada Nya, lebih tepat kita sebut anugerah.

Memang diperlukan kesabaran ekstra untuk menerapkannya dan menanamkan dalam hati. Tetapi Allah menjamin kita mampu menghadapinya dengan berbekal sabar dan tawakal.
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote hari ini adalah :

Doa itu layaknya sabar : tak berbatas. Tak berhenti hanya karena belum terijabah, sabar. Tak berhenti karena sudah terpenuhi, sabar
———-

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.)

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

*KWS Life Academy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here