Renungan Jelang Akhir Ramadhan #9: Hidup, Mati dan Iman

0
1222
Ilustrasi diambil dari Lampost

KLIKMU.CO

Oleh: karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.

Saudaraku yang baik hati,
Anda pernah merasa kehilangan karena orang yang sangat kita sayangi dipanggil pulang oleh Allah ? Qadarullah belum genap satu bulan lalu Ibu yang sangat saya sayangi dijemput malaikat Izrail.
———-
Ya Allah, kenapa Engkau panggil Ibu padahal aku belum bisa membahagiakan nya ?
Ya Rabb, kenapa tidak Engkau beri kesempatan aku membuatnya tersenyum diujung waktunya ?
———-
Jika tak segera tersadar, pertanyaan pertanyaan pada Allah itu akan membawa kita pada kesesatan.
Lalu saya bertanya pada diri sendiri.
Kemana saja kamu selama ini ?
Berapa banyak waktu yang kamu luangkan buat Ibu ?
Pekerjaanmu, bisnismu, hobimu, keluargamu, semua telah mengalahkan perhatianmu pada ibumu.

Dan saya hanya bisa menangisi diri sendiri.
Astaghfirullah…
———-

Saudaraku yang budiman,
Saya teringat kisah saat Umar ditikam seseorang hingga tidak sadarkan diri. Sontak semua orang menangis dan meratap. Setelah tersadar, lalu Umar berkata : Tidakkah kalian tahu bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya mayat itu akan disiksa karena ditangisi oleh orang yang hidup.”
———-
Ya Allah, sungguh aku tidak meratap saat Engkau panggil Ibu. Jangan siksa ibu ya Allah…, sayangi ibu ya Allah…, aku ridho ya Allah.
Ijinkan aku sedikit menangis. Berikanlah kekuatan hati ini untuk menahan tangisan, terutama saat menjadi imam sholat jenazah dengan ibu yang terbujur kaku didepanku.
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Hidup atau mati tidak lebih penting dibanding dengan keimanan. Jaga iman, insyaa Allah akan bertemu lagi kelak di akhirat. Seperti yang disebut dalam hdits riwayat Abu Dawud : “Wahai Allah…, orang yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah dia di atas keimanan. Dan orang yang Engkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah ia di atas keimanan. Wahai Allah…, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau sesatkan kami sesudahnya.”
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote hari ini adalah :

Menangis dan atau tertawalah, jika itu menambah keimanan. Dan jangan lakukan jika itu menurunkan iman sekecil apapun. Tak perduli betapa sedih atau bahagia nya kita “

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.)

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

*KWS Life Academy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here