Renungan Pagi: Pesan Mbah Dahlan untuk Diaspora Kader

0
424
Ketua MCCC Kota Surabaya M. Arif' An. (Foto Antaranews)

KLIKMU.CO-

Oleh: H.M Arif an *

Kyai Ahmad Dahlan pernah berpesan “Jadilah kau dokter, insinyur, polisi, pedagang, politikus, pejabat pemerintah, namun kembali kepada Muhammadiyah “, ini merupakan kode yang lintas jaman dan sarat makna dari founding father of Muhammadiyah movement 1 abad yang lalu

Biarkanlah kader kita berada dimanapun dengan berbagai macam cara. Kadang juga kita tidak berfikir mereka bisa makan dan hidup layak darimana, kita buatkan jaringan menjadi bagian dari perusahaan tersebut, membantu mencarikan partner dan mengusulkan program sehingga keberadaan kader kita disana menjadi nilai plus tidak malah jadi beban perusahaan.

Kesempatan itu tidak akan terulang kembali harus diambil apapun itu, perkuat aturan organisasi terkait diaspora kader di jabatan publik khususnya AMM dan tetap pada komitmen untuk melakukan amar makruf nahi mungkar atas nama kelembagaan mengkritisi kebijakan Pemerintah yang memang harus dikritisi sebaliknya juga membela bilamana kebijakan itu baik bagi masyarakat.

Saya kira, lebih baik mereka mengisi posisi itu daripada orang di luar sana yang kita tidak tahu. Jangan bandingkan penolakan Wakil Menteri dengan mereka, kapasitas mereka jauh dengan Sekum PP Muhammadiyah. Patutlah kita berbangga mereka sudah masuk dunia industri, yang menempa mereka agar bisa menjadi pengungkit ekonomi industri ummat kedepan.

Seringkali kita ngomel karena tidak dapat *kue kekuasaan* padahal juga tidak jelas mendukung dan ternyata dapatpun ngomel juga. Kader disalah-salahkan yang jual nama organisasinya, menjual idealismenya lah.. mereka kader yang kita tempa dengan pengkaderan yang ada di kita. Insya Allah mereka faham itu. Janganlah kita suudzon menuduh dan berburuk sangka. Seakan kita paling bersih dan paling suci.

Yah biar sajalah mereka berdiaspora diluar, toh tidak berpengaruh pada usaha-usaha Muhammadiyah dalam berfastabiqul khairat. Kalau mereka ngerusui dan jadi pimpinan amal usaha Muhammadiyah kadang kita juga gak mendukung malah direcoki, kadang juga kader cari makan di amal usaha dicaci maki juga. Mereka tidak berebut jadi Rektor, Kepala Sekolah, tidak berebut jadi Direktur Rumah Sakit, juga tidak melamar jadi Staff Full Timer dikantor PWM, Majelis, Lazismu dan Lain-lain. Mereka berebut diladang yang lain.

Kalau Pak Busro Muqoddas kritis memang tugas beliau mengingatkan kader dan juga mengingatkan arah bangsa ini bila salah. Di group sebelah diaspora kader luar biasa, kita baru melangkah sudah caci memaki, sumpah serapah dan sangat berlebihan mengolok-oloknya. Ada pimpinan yang kalau di group WA bagian dikit-dikit ngomel … dikit-dikit ngomel … ngomel kok dikit-dikit. Padahal dia juga kerja di amal usaha tidak produktif, kerja sak enaknya sendiri, komentarnya pedas juga buat kader.

Mereka sudah memilih garis perjuangan. Tidak mungkin mereka hanya duduk diam dan menerima bayaran. Saya yakin tantangan mereka juga besar. Darah Korsa mereka akan membesarkan BUMN milik negara semoga berhasil. Sehingga perusahaan yang selama ini kurang sehat akan semakin sehat dan maju setelah kader ditempatkan disana.

*Sekretaris Muhammadiyah Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here