Renungan Syawalan #1: Maaf

0
856
Foto diambil dari Ngopibareng.id

KLIKMU.CO

Oleh:  Karyanto Wibowo Soewignjo*

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.

Saudaraku yang baik hati,
Ramadhan telah purna, saatnya lebaran. ada yang curi start, di whatsapp messanger sudah mulai muncul permohonan maaf dengan segala variannya. Mulai ‘jika hati tak sebening embun…’ sampai ‘di hari yang fitri ini…’.

Saling meminta dan memberi maaf sudah menjadi tradisi. Saya sebut tradisi karena memang tidak ada dalil yang mensyariatkan bermaafan di satu syawal.
Bukan berarti meminta maaf dan memberi maaf tidak ada syariatnya. Justru Islam mendorongnya.

Maaf.
———-

Saudaraku yang budiman,
Memaafkan itu luar biasa, lebih utama dari sekedar menahan amarah.
Memaafkan itu berarti tidak ingin membalas dan tetap berbuat baik pada yang berbuat jahat pada kita.
Memaafkan itu hanya terdapat pada orang yang memiliki akhlak yang luar biasa. Memaafkan tak berharap balasan dari manusia. Aku maafkan kamu kalau kamu juga memaafkan aku. Tidak. Memaafkan hanya berharap pahala di sisi Allah.

Allah berfirman dalam ayat 40 Surat Asy-Syura : “Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya di sisi Allah.”

Maaf.
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Rasulullah pernah memberi wasiat pada Jabir bin Sulaim : ”Bersilaturahmilah kepada orang-orang yang memutuskan hubungan persaudaraan kepadamu dan berbuat baiklah kepada siapa saja yang berbuat jahat kepadamu, serta berkatalah benar meski terhadap dirimu sendiri”.

Membesarkan hati dan mendorong lisan meminta maaf karena Allah pada sesama.
Menguatkan lisan serta mendorong hati memberi maaf karena Allah pada sesama.

Maaf.
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote hari ini adalah :

Tak penting siapa yang lebih dulu memberi maaf atau meminta maaf. Yang lebih penting adalah melakukannya hanya karena Allah “
———-

 

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

*KWS Life Academy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here