Resmi, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd Jadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam

0
179
Prof Dr Abdul Mu'ti MEd saat membaca naskah pengukuhan guru besar.

KLIKMU.CO – Hari ini, Rabu (2/9) Sekretaris Umum PP Mhhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd resmi dikukuhkan sebagai profesor lewat sidang senat terbuka Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Abdul Mu’ti menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah.

Pria kelahiran Kudus itu mengangkat tema Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis, Basis Nilai dan Arah Pembaruan sebagai topik pidato pengukuhannya.

Mu’ti mengatakan, Pendidikan Agama Islam yang Pluralistis adalah sebuah model yang diharapkan dapat menjawab tiga tantangan. Pertama, adanya kecenderungan meningkatnya intoleransi intern dan antarumat beragama.

“Ironisnya, intoleransi sesama umat beragama (intern) lebih tinggi dibandingkan dengan intoleransi antar umat beragama,” kata Mu’ti dikutip dari pidato ilmiahnya.

Kedua, sistem pembelajaran PAI yang saat ini cenderung doktriner dan mengarah pada penyeragaman paham agama Islam tertentu yang ditanamkan oleh guru, buku teks, dan satuan pendidikan. Terakhir, adanya beberapa kebijakan pemerintah yang cenderung proteksionis dan menghilangkan hak pendidikan agama bagi murid yang memeluk agama di luar enam agama dan kepercayaan yang diakui pemerintah.

PAI Pluralistis, lanjut dia, dikembangkan berdasarkan nilai-nilai dasar pluralisme menurut Islam serta pendekatan yang mindful, meaningful, dan joyful. Dia melanjutkan, PAI Pluralistis dapat dikembangkan untuk bisa mengakui eksistensi, menerima, dan menjadikan perbedaan faham agama sebagai bagian dan sumber pembelajaran.

“Pembelajaran dapat didorong ke arah pendekatan deep learning dan mengurangi pendekatan surface dan achievement,” kata pria kelahiran Kudus 52 tahun silam itu.

Prof Dr Abdul Mu’ti, MEd pun merasa bersyukur menerima pengukuhan itu karena secara akademik guru besar adalah tahapan tertinggi dalam karier seorang dosen. Dia juga mengungkapkan terima kasih karena diberi kepercayaan dan amanat yang diberikan kepadanya melalui gelar tersebut. Posisi ini, kata dia, sangat terkait dengan kemampuan, kewenangan, dan pengakuan ilmiah.

“Guru besar memiliki tanggung jawab dan integritas intelektual, sosial, dan moral untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, ujarnya menambahkan. Guru besar adalah awal bagi saya untuk belajar. Bukan titik kulminasi. Saya berharap bisa berbuat lebih banyak lagi untuk memajukan pendidikan pendidikan, khususnya melalui pendidikan agama Islam,” paparnya sebagaimana dikutip dari channel9.id. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here