Respons Persoalan Kekerasan terhadap Anak dan Miras Oplosan, UMSurabaya Terjunkan Relawan

0
253
Relawan: Dr. dr. H. Sukodiono, MM Rektor UMSurabaya saat meresmikan tim relawan untuk di 34 titik se-Kota Surabaya. (Foto: Budi)

KLIKMU.CO – Sebagai kampus milik Persyarikatan, UMSurabaya mempunyai kewajiban untuk mengatasi problematika di masyarakat, khususnya pada persoalan anak-anak hingga merespons bahaya miras oplosan.

Seperti diketahui, berbagai macam persoalan kemiskinan marak terjadi di Surabaya, bagaimana anak miskin kota tidak dapat mengakses hak pendidikan karena persoalan biaya dan permasalahan kesejahteraan lainnya.

Hal tersebut juga diperparah dengan maraknya konsumsi minuman keras (miras) oplosan. Selasa (24/4), 10 nyawa telah hilang akibat mengonsumsi miras oplosan. Korban tewas akibat miras pertama kali diketahui ada tiga orang. Mereka merupakan warga Pacar Keling, Tambaksari yang tewas usai berpesta miras.

Dari data pasien yang dirawat di RSU dr Soetomo, tercatat ada puluhan korban tewas akibat mengonsumsi miras oplosan, hal ini marak terjadi karena di Kota Surabaya belum memiliki regulasi hukum untuk pengendalian pengedaran minuman keras sebagai bagian dari penindakan dari pengedaran miras oplosan, di mana peraturan perundang-undangan yang khusus membahas mengenai pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol yang berlaku hanya sampai pada Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pengendalian Dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol.

Dalam momentum Milad ke-34 dan bersamaan dengan momentum wisuda ke-42 UMSurabaya, mahasiswa-mahasiswi UMSurabaya melakukan gerakkan serentak pemberdayaan di 34 titik lokasi yang tersebar di seluruh Kota Surabaya.

“Pemberdayaan yang telah berjalan ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan yang kompleks terjadi di masyarakat Surabaya,” tegas Dr. dr. Sukadiono, MM, Rektor UMSurabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Sukodiono juga menyerahkan sapu lidi dan scraf sebagai tanda relawan siap berangkat di 34 titik lokasi. Sapu lidi dan scraft sebagai bentuk komitmen civitas akademika UMSurabaya untuk turun bekerja mengabdi dan mencari solusi atas persoalan yang terjada kepada masyarakat imbuhnya.

Dalam momentum yang sama ini, Rektor UMSurabaya juga mengajak perwakilan Wisudawan/Wisudawati bersama dengan pimpinan Universitas untuk menandatangani petisi melalui media banner secara bersama-sama sebagai komitmen mendorong Perda Pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol di kota Surabaya. (Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here