Risalah Pekanbaru DPP IMM: Mempersatukan Indonesia

0
96
Foto Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo (tengah, memegang pelantang) diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO – Kemerdekaan bangsa Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 adalah atas perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Indonesia sebagai sebuah negara diperjuangkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Indonesia telah menjadi negara kesepakatan bagi seluruh bangsa Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Indonesia sebagai negara kesatuan menggambarkan negara yang kaya akan keanekaragaman dan negara yang besar. Keanekaragaman itu dapat terlihat sangat jelas dengan penganut keyakinan (agama) yang beragam, suku dan ras bangsa Indonesia yang beragam hingga mencapai ribuan, bahasa daerah yang beragam, budaya yang beragam, semua itu terikat dalam satu pedoman, yaitu NKRI.

Sebagai negara yang besar Indonesia dibuktikan dengan adanya lima pulau besar dan puluhan ribu pulau kecil yang mengelilinginya. Berdiri tegak dari ujung Provinsi Aceh, Sabang, hingga Merauke di Papua. Namun, semua itu menghendaki kesatuan, yaitu NKRI. Persatuan telah menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Persatuan telah melekat menjadi identitas bangsa Indonesia.

Keberagaman itu telah menjadi karakter bangsa Indonesia yang kita kenal dengan keindonesiaan. Karakter keindonesiaan itu dicerminkan dalam empat konsensus kebangsaan, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Empat konsensus ini telah menjadi kepribadian bangsa Indonesia.

Karakter persatuan itu lantas mencerminkan karakter keindonesiaan yang amat kuat, yaitu sifat gotong royong (ta’awun), toleran, suka bermusyawarah, saling memberi, dan berbagi (keadilan). Segala sifat itu telah menjadi karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga, setiap bangsa Indonesia harus selalu berbuat positif untuk negaranya, menjaga persatuan, saling menghormati, saling menolong, dan suka menciptakan kedamaian.

Sebagai gerakan kemahasiswaan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah meresapi karakter dan kepribadian bangsa Indonesia itu, dengan selalu merawat persatuan, tolong-menolong, berkarya nyata untuk kemajuan, keadilan, dan kemakmuran bangsa dan negara. Pada Rapat Kerja Nasional (Rakornas) 2019 di Pekanbaru, IMM menyatakan enam (6) risalah Pekanbaru mempersatukan Indonesia sebagai berikut:

Pertama. Berbangsa dan bernegara harus menjiwai sepenuhnya, dari hati, pikiran, ucapan, tindakan sesuai dengan empat konsensus kebangsaan, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua. Berbangsa dan bernegara harus selalu tunduk pada hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menjadikan hukum perangkat untuk menegakkan keadilan serta menjadi rambu-rambu dalam berbangsa dan bernegara.

Ketiga. Berbangsa dan bernegara harus menjadikan karakter dan kepribadian keindonesiaan untuk mewujudkan kemajuan peradaban umat manusia Indonesia, dengan menerapkan karakter kekeluargaan dan tolong-menolong dalam segala bidang kehidupan sosial, politik, budaya, ekonomi, dan lain sebagainya untuk keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Keempat. IMM mendukung segala usaha dan perjuangan mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara hukum yang berasaskan Pancasila dan UUD ’45 agar benar-benar menjadi negara yang berdaulat adil, makmur, serta sejahtera.

Kelima. IMM mendukung dan bekerja sama dalam upaya memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dengan dasar prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, toleransi, dan keberadaban, serta mendukung iklim kebebasan kritik sebagai check and balance antara masyarakat dan penyelenggara pemerintahan.

Keenam. IMM menentang dan menolak keras segala macam rekayasa dan konspirasi untuk memecah belah bangsa melalui provokasi, teror, dan intimidasi. (DPP IMM/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here