Rizieq Syihab Jadi Tersangka

0
387
Foto dari Pikiran Rakyat

KLIKMU.CO – Kasus merumunan di Petamburan, Jakarta, beberapa waktu lalu berujung penetapan tersangka kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Hal itu disampaikan oleh Polda Metro Jaya, Kamis (11/12/2020).

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, selain Rizieq Syihab, polisi menetapkan lima tersangka lainnya. Mereka adalah ketua panitia Haris Ubaidilah, sekretaris panitia Ali Alwi, penanggung jawab Maman Suryadi, penanggung jawab acara Ahmad Sabri Lubis, dan kepala seksi acara Idrus.

’’Penetapan tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan Polda Metro Jaya pada Selasa, 8 Desember 2020,’’ ujar Yusri dikutip dari Jawa Pos, Jumat (11/12/2020).

Yusri menyatakan, Rizieq Syihab dijeratpasal 160 KUHP terkait dengan penghasutan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. Selain itu, Rizieq dikenai pasal 216 KUHP terkait dengan melawan petugas.

Sementara itu, lima tersangka lain dijerat pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Pasal 160 KUHP berbunyi:
“Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

Pasal 216 KUHP berbunyi:

(1) Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000.

(2) Disamakan dengan pejabat tersebut di atas, setiap orang yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi tugas menjalankan jabatan umum.

(3) Jika pada waktu melakukan kejahatan belum lewat dua tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena kejahatan semacam itu juga, maka pidananya dapat ditambah sepertiga.

“Setelah ini penyidik berupaya menghadirkan para tersangka. Jika diperlukan, dilakukan upaya paksa sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bantuan Hukum FPI Aziz Yanuar mengaku telah mendengar kabar status tersangka Rizieq Syihab. ’’Kami tim kuasa hukum akan berkoordinasi dengan Habib Rizieq terkait dengan hal ini,’’ kata Aziz.

Aziz menyebut penetapan tersangka itu sebagai kriminalisasi terhadap Rizieq Syihab. Dia juga memastikan Rizieq Syihab sudah mengetahui hal tersebut.

“Akan tetapi, kita memang dari awal sudah memperkirakan hal tersebut sebagaimana kita sampaikan bahwa ini ada arah untuk dugaan untuk kriminalisasi dan ketidakadilan terhadap Habib Rizieq Syihab,” ucapnya dikutip Detik.com.

Pihaknya masih terus berkoordinasi terkait hal tersebut. Dia belum bisa mengungkap lebih jauh terkait penetapan tersangka itu.

“Kita masih akan diskusikan lebih lanjut,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here