RS PKU Muhammadiyah Surabaya Sambut Tim Akreditasi dengan Cara Unik

0
363
Atraktif: Tim Yel-Yel Akreditasi menyambut dr Zainal Abidin, Sp.THT

KLIKMU.CO – Rumah Sakit Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Surabaya terus berupaya meningkatkan pelayanannya. Hal itu tampak dari digelarnya verifikasi akreditasi versi Standar Nasional Rumah Sakit (SNARS) 2018, di Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, (3-4/5).

Kegiatan pelaksanaan akreditasi dilangsungkan di Ruang Lantai 3 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya. Pada kesempatan itu, Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Zainal Abidin ditunjuk sebagai asesor. Nantinya, Zainal ditugaskan untuk mencocokkan data dalam berkas dengan data di lapangan (rumah sakit).

Pada kunjungannya, Zainal mengaku terkejut sekaligus tak menyangka mendapat sambutan yang meriah dari tim akreditasi rumah sakit. Sebab, dalam kesempatan tersebut pihak tim akreditasi melakukan hal yang tak biasa: menyanyikan yel-yel ketika Zainal mulai memasuki ruangan, serta mengaraknya menuju ruangan khusus di lantai 3 rumah sakit rintisan Muhammadiyah tersebut.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas sambutan yang sangat luar biasa ini, mulai tadi malam saya sudah dijemput di bandara dan dibawa ke hotel tempat saya menginap. Tadi saya disambut dengan yel-yel yang rasanya saya kembali muda dan terbebas dari hutang,” papar Zainal sedikit bercanda.

Zainal mengaku selama menjalani profesinya sebagai dokter yang merangkap asesor, baru pertama kali mengunjungi RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Ia mengatakan kesannya setelah mendapat sambutan dari tim akreditasi.

“Saya baru pertama kali datang ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya. Luar biasa, Timnya masih muda-muda, energik. Semoga kedepan rumah sakit ini tidak hanya lulus akreditasi tapi lulus Akreditasi Paripurna,” ujarnya yang diamini oleh tim akreditasi.

Selama kegiatan berlangsung, Zainal Abidin ditugaskan menelusuri ruangan-ruangan di rumah sakit untuk memeriksa validitas data.

“Tugas saya nanti akan mengecek seluruh kelengkapan yang ada di Hak Pasien dan Keluarga (HPK). Apakah pasiennya sudah tahu hak dan kewajibannya, apakah sudah tahu perawat atau dokter yang merawatnya,” ujarnya.

Masih kata Zainal, ia juga dijadwalkan memeriksa beberapa aspek lain rumah sakit. Hal itu, menurutnya sebagai jalan agar pelayanan bisa terus digalakkan.

“Saya juga akan mengecek bagaimana PPI (Penanggulangan Pencegahan Infeksi) diterapkan, ada Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Klarifikasi Pendidikan Staf (KPS), Asesmen Pasien (AP), Manajemen Pelayanan Obat (MPO), Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE), Pelayanan Anestasi Bedah (PAB), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), dan Akses Pelayanan Kontinuitas Pelayanan (APK), yang kesemuanya ini antara yang satu dengan yang lainnya saling terkait. Tidak bisa dipisahkan. Harus berjalan beriringan,” tukas pria kelahiran 29 Juli 1948 itu melengkapi. (Habibie/ Frd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here