RS UMM Kembali Jadi Rujukan Usai Sukses Sembuhkan Pasien TB

0
127
Salah seorang perawat sedang membenarkan slang infus pasien di RS UMM. (Istimewa/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kasus tingginya penyakit tuberkulosis (TB) membuat Indonesia bertengger di peringkat kedua dunia setelah India. Bahkan, sebagian dari jumlah penderita yang tinggi tersebut telah mengalami resistansi obat (TB-RO). Sayangnya, hanya sekitar 49 persen pasien yang sudah memulai pengobatan.

Melihat hal itu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerja sama dengan USAID Amerika menyusun program Mentari. Program ini bertujuan untuk membentuk jaringan rumah sakit rujukan layanan TB-RO. Salah satu rumah sakit yang ditunjuk adalah RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Ditemui di kantornya, dr Thahrir Iskandar SpP, dokter spesialis paru RS UMM, menjelaskan bahwa penunjukan ini adalah keberhasilan RS UMM dalam menyembuhkan pasien TB. Proses penyembuhan tersebut tentu berkat kerja keras berbagai pihak. Selain itu, pemilihan ini memang langsung dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan USAID tanpa ada pengajuan.

Thahrir melanjutkan, program Mentari juga merupakan bentuk kontribusi Muhamamadiyah bagi bangsa dan negara. Seiring berjalannya program ini, Muhammadiyah berusaha sebaik-baiknya untuk menekan dan menurunkan angka pengidap TB di Indonesia.

“Program penanggulangan TB ini rencananya akan berjalan dari tahun 2020 hingga 2030. Harapannya, selama 10 tahun tersebut penderita TB bisa berkurang signifikan,” tuturnya.

Doker spesialis paru ini kembali menjelaskan, TB-RO berbeda dengan TB pada umumnya. Penderita TB-RO lebih kebal terhadap obat ketimbang yang biasa. Hal ini membuat obat yang diberikan tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Penanganannya juga lebih sulit dan kompleks ketimbang TB pada umumnya.

Thahrir pun berharap, dengan adanya program Mentari, angka pengidap TB yang melambung tinggi bisa segera menurun signifikan. Utamanya angka penderita TB-RO. Ia juga ingin agar RS UMM bisa menjadi opsi masyarakat untuk berobat tanpa harus bergantung kepada RS negeri.

“Semoga ditunjuknya RS UMM sebagai salah satu RS program Mentari bisa menambah opsi masyarakat dalam hal kesehatan. Khususnya bagi mereka yang ada di Malang,” pungkas dokter RS UMM tersebut. (Wildan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here