Rumus Bikin Sekolah Muhammadiyah Maju dan Terkenal

0
368
Dr H Solihin Fanani MPSDM (kiri) saat mengisi upgrading di SD Muhammadiyah 18 Surabaya. ((Fajrul Islam/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Memasuki semester kedua, SD Muhammadiyah 18 Surabaya menyelenggarakan upgrading guru dan karyawan. Kegiatan tersebut diadakan dengan tujuan memantapkan strategi pengembangan sekolah di era disrupsi ini. Selain itu, kegiatan tersebut dirancang khusus untuk merumuskan strategis sekolah menjaring calon peserta didik dalam situasi pendemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya ini.

Menurut rencana, kegiatan ini berlangsung dalam empat sesi. Sesi pertama dilangsungkan pada Rabu, 24 Februari 2021. Kemudian, sesi kedua berlangsung pada 6 Maret 2021, sesi ketiga 17 Maret 2021, dan sesi terakhir 18 Maret 2021.

Pembagian ini dilakukan untuk memecah peserta menjadi kelompok-kelompok kecil. Dengan begitu, diharapkan peserta tetap dapat menjaga jarak dan tidak berkerumun. “Upgrading ini dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan dengan menerapkan gerakan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujar ketua panitia Ainur Rofiq MPdI.

Upgrading sesi pertama menghadirkan pemateri Dr H Solihin Fanani MPSDM. Dalam kesempatan itu, mantan kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya tersebut mengingatkan bahwa mengembangkan sekolah Muhammadiyah berbeda dengan mengembangkan sekolah di luar Muhammadiyah.

Menurut Abah Solihin, biasa dipanggil, fondasi pertama yang perlu diingat dalam mengembangkan sekolah Muhammadiyah adalah memahami dan menghayati latar belakang sejarah berdirinya sekolah Muhammadiyah. Maka, kata dia, semaju apa pun sekolah Muhammadiyah tidak boleh tercerabut dari tujuan pendidikan Muhammadiyah dan karakter sekolah Muhammadiyah.

“Sebagai contoh, visi dan misi pendidikan Muhammadiyah adalah dakwah dan kaderisasi. Oleh karena itu, penting diluruskan, tujuan kita mencari murid bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk berdakwah. Jika ini yang kita niatkan, niscaya Allah Swt akan memudahkan langkah kita,” tuturnya.

Pengembangan sekolah yang berkelanjutan, terang Abah Solihin, memang harus dilakukan oleh sekolah Muhammadiyah. Namun, perlu ditekankan bahwa sekolah Muhammadiyah tidak boleh beranggapan sekolah Muhamamdiyah lainnya sebagai pesaing. Bahkan, sekolah di luar Muhammadiyah juga bukan pesaing.

“Pesaing sesungguhnya sekolah Muhammadiyah adalah perubahan itu sendiri. Di era 4.0 ini perubahan tersebut benar-benar tak bisa diprediksi dan berjalan sangat cepat,” jelasnya.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu memberikan rumus 6F agar sekolah dapat berkembang. Yaitu fokus, fast, fun, fighter, fleksibel, dan family.

Sementara itu, agar sekolah dapat maju dan terkenal, doktor manajemen lulusan Universitas Airlangga tersebut membagikan masing-masing 4 rumus.  “Agar sekolah maju, mereka harus melakukan imitasi dan identifikasi. Dua hal perlu dilakukan dalam rangka mem-branding sekolah,” katanya.

Selanjutnya adalah melakukan sugesti. Maksudnya, sekolah harus berusaha melakuan perubahan yang baik dari dalam. Sedangkan yang terakhir adalah sekolah wajib menemukan sesuatu simpati yang memotivasi.

Agar menjadi terkenal, Abah Solihin mengingatkan agar sekolah senantiasa memperhatikan produk, harga, tempat, dan promosi. Semua strategi tersebut harus ditunjang oleh manajemen modern yang baik, yaitu manajemen yang people oriented dan efektif, jangan menggunakan yang efisien.

Acara upgrading ini terasa begitu ganyeng. Materi-materi strategi dan menejemen disampaikan dengan gaya guyonan. Tak lupa di pengujung acara Abah Solihin berpesan: “Satu orang pelanggan yang tidak puas lebih berbahaya daripada seratus pelanggan yang terpuaskan.” (Fajrul Islam/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here