Sah! BPOM Izinkan Vaksinasi untuk Lansia Mulai Hari Ini

0
65
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Kemenkes)

KLIKMU.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid-19 CoronaVac dari Sinovac bagi kelompok usia lanjut di atas 60 tahun, Ahad (7/2/2021). Berdasarkan keputusan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, BPOM mengeluarkan izin vaksin untuk diberikan kepada orang dengan usia di atas 60 tahun berdasarkan uji klinis ke-3 di negara-negara di luar Indonesia.

“Penting sekali bagi pemerintah memprioritaskan tenaga kesehatan berusia lanjut karena adanya risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar Covid-19. Selain itu, usia mereka yang rentan,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Ahad (7/2).

Vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun akan dilaksanakan pada Senin hari ini (8/2/2021) pukul 09.00 WIB. Sementara itu, total tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun yang akan divaksinasi sejumlah 11.600 orang di seluruh Indonesia.

Dengan diberikannya vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan yang berusia lanjut, hal itu dapat melindungi dan memberikan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan tanpa terkecuali.

Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru. Sementara itu, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.

Budi menambahkan, secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes. Sekitar 10 persen populasi Indonesia berada dalam kelompok lansia dan 50 persen lebih kematian akibat Covid-19 terjadi pada kelompok ini.

“Pemberian vaksinasi kepada lansia dapat menekan kematian dan mengurangi tekanan terhadap rumah sakit dengan harapan angka rawat inap dan bed occupancy ratio dapat turun,” ujarnya. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here