Sampaikan Aspirasi di Gedung DPRD, IMM Jatim Tuntut Pemerintah Tolak Investasi yang Sengsarakan Rakyat

2
148
Lantang: Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Timur menyuarakan suara rakyat yang semakin tertindas akibat investor asing. (Foto: IMM JATIM)

KLIKMU.CO – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (28/9). Aksi itu menuntut agar pemerintah menolak investasi swasta dan asing yang selama ini menyengsarakan rakyat.

Dalam rilis yang diterima KLIKMU.CO, para demonstran mengatakan ketimpangan ekonomi yang telah terjadi di Indonesia semakin parah. Celakanya, meskipun pemerintah telah meminimalisir dampak dari ketimpangan itu, namun tak cukup menolong kesejahteraan rakyat. Apalagi dengan adanya International Monetary Fund (IMF), beberapa Negara, termasuk Indonesia, harus bergantung pada dana-dana investasi asing.

“Jika Indonesia tetap bergantung terhadap hutang dan modal investasi maupun dari IMF dan World Bank, maka yang ada akan memperpanjang kesengsaraan ekonomi rakyat,” katanya.

IMM Jawa Timur menilai, ketergantungan Indonesia terhadap hutang dan investasi bukan langkah yang tepat. Apalagi, dalam momen pertemuan IMF-World Bank di Bali nanti, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhur Binsar Pandjaitan menargetkan Indonesia bisa memperoleh investasi sebesar RP 43 Trilliun.

“Ada potensi investasi sebesar US$ 2-3 miliar atau Rp 43,5 triliun (kurs Rp 14.500) bisa masuk ke Indonesia, dari mulai investasi di bidang infrastruktur jalan, jembatan hingga energi,” demikian kata Luhut sesuai rilis dari IMM Jawa Timur.

IMM Jawa Timur memaparkan dampak dari pembangunan yang gencar dilakukan pemerintah melalui investasi, di sisi lain justru menyengsarakan rakyat. Terhitung, selama pemerintahan Jokowi-JK konflik agraria meningkat 50%. Setidaknya itulah yang dinilai para mahasiswa, bahwa pembangunan belum sepenuhnya menyentuh cita-cita bangsa, yakni menyejahterakan rakyat.

“Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 659 konflik agraria sepanjang 2017, dengan luasan mencapai 520.491,87 hektar (ha). Jumlah konflik agraria meningkat 50 persen dibandingkan 2016,” kata Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika.

Melihat hal demikian, IMM Jawa Timur menegaskan menolak investasi asing dan swasta yang merugikan masyarakat. “Kami menolak investasi modal swasta dan asing masuk ke Indonesia,” katanya.
Di samping itu para mahasiswa juga mengeluarkan delapan tuntutan lain, di antaranya:

1. Nasionalisasi aset-aset strategis dikuasai oleh rakyat dan diperuntukkan semata-mata kesejahteraan rakyat.

2. Tingkatkan kilang-kilang minyak dalam negeri yang dikuasai oleh rakyat dan untuk rakyat.

3. Usir kilang-kilang minyak milik korporasi asing dan swasta dari Indonesia untuk dikuasai rakyat.

4. Berikan upah layak dengan kesejahteraan buruh yang sejati.

5. Berikan fasilitas kesehatan gratis bagi rakyat 100%.

6. Tolak perampasan tanah dan pengrusakan atas eksplorasi alam Indonesia swasta maupun asing, dalam bentuk perjanjian apapun yang merugikan rakyat.

7. Tegakkan reforma agraria sejati dan mengabdi untuk rakyat

8. Tingkatkan serta peningkatan ekonomi di sektor maritim Indonesia yang mengabdi kepada rakyat. (IMM Jawa Timur/frd)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here