Satgas Relawan Lawan Covid-19 Lazismu MDMC PDM Kota Surabaya Dilebur dalam Tim MCCC, Apa Itu?

0
369
Rapat koordinasi PDM Surabaya via Zoom. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya merupakan salah satu PDM yang sejak awal bergerak dengan cepat membentuk Satgas Relawan Lawan Covid-19 Lazismu MDMC PDM Kota Muhammadiyah bersama majelis dan ortom lainnya. Maka, lewat aplikasi Zoom, PDM Kota Surabaya diputuskan melebur menjadi Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya.

Selanjutnya, tim ini akan dibentuk juga sampai tingkat cabang. Salah satu tugas MCCC Kota Surabaya adalah membantu tugas Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya pencegahan persebaran korona jenis baru, Covid-19.

Pembentukan MCCC didasari Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 02/MLM/I.0/H/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19) dan Surat PWM Jawa Timur 1777/KEP/II.0/D/2020 tentang Susunan Personalia Muhammadiyah Covid-19 Command Center Jawa Timur.

Sekretaris PDM Kota Surabaya M. Arif An mengatakan, relawan tim MCCC melibatkan majelis, lembaga, ortom, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Surabaya, serta seluruh lembaga di bawah organisasi Muhammadiyah lainnya.

“Keanggotaannya merupakan tim gabungan dari para relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, Kokam, PDPM, IMM, AUM, dan sejumlah organisasi otonom yang berada di bawah Persyarikatan Muhammadiyah Kota Surabaya, yang selama ini sudah saya himpun di Satgas Relawan,” ungkap M. Arif An seusai rapat periodik PDM Kota Surabaya, Jumat (3/4/2020).

Tim ini, lanjut pria yang ditunjuk sebagai ketua MCCC Kota Surabaya tersebut, juga menggandeng Lazismu Kota Surabaya dan KLL seluruh amal usaha dalam penggalangan donasi.

“Skedul pertama, tim MCCC ini akan melakukan pendataan tim secara menyeluruh dan mengevaluasi tim yang selama ini sudah bekerja dalam Satgas Relawan. Selama ini kegiatan penyemprotan disinfektan yang sudah dilaksanakan relawan dari masjid, mushala, sekolah, rumah warga, serta fasilitas publik terus dilakukan. Apalagi alat penyemprotan sudah kita serahkan kemarin ke 31 kecamatan dengan penyemprotan serentak,” sambung M. Arif An yang juga mantan ketua Karang Taruna Kota Surabaya itu.

Sebelumnya, Muhammadiyah sudah membentuk posko di PDM dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, dapur umum empon-empon sebanyak 1.500 paket, pembagian masker, pembuatan serta pembagian hand sanitaizer, serta penyemprotan disinfektan ke seluruh amal usaha.

Selanjutnya, salah satu program yang segera dilaksanakan adalah sosialisasi edukasi kepada masyarakat tentang sosial distancing (jaga jarak sosial), lebih baik di rumah, dan pembentukan gudang Bulog mini per kecamatan untuk membantu warga yang terdampak ekonomi dengan adanya pandemi korona jenis baru ini.

“Agenda kegiatan MCCC Surabaya sangat banyak dan perlu kecepatan. Baik kebijakan dan operasionalnya, program penanganan dan pencegahannya, perlu dukungan oleh semua pihak,” tuturnya. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here