Satpam RS PKU Muhammadiyah Surabaya Raih Penghargaan Syuhada Covid-19

0
371
Sugeng Purnomo, (tiga dari kiri bawah) menjadi salah satu penerima penghargaan bakti untuk negeri.

KLIKMU.CO – Ada satu momen mengharukan dalam perayaan Milad Ke-108 Muhammadiyah Rabu kemarin (18/11/2020). Ketika itu Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd membacakan 12 syuhada yang berjuang melawan Covid-19.

Salah satunya adalah Sugeng Purnomo. Satpam Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya itu menjadi salah satu penerima Penghargaan 12 Syuhada Covid-19. Hal itu tertuang dalam Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 4424/KEP/I.0/D/2020 tentang Penerima penghargaan ”Bakti untuk Negeri”.

Penghargaan itu diberikan dalam rangka memberikan apresiasi kepada kader Muhammadiyah yang berprestasi sebagai penggerak dakwah dan persyarikatan Muhammadiyah. Ditetapkan langsung di Yogyakarta oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd.

Kepada KLIKMU.CO, sang istri, Mulyana, mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian PP Muhammadiyah yang telah memberikan penghargaan kepada Sugeng Purnomo. “Tentu kami sekeluarga sangat berbahagia,” ujarnya.

Dia menambahkan, semasa hidupnya suaminya lebih menomorsatukan urusan Muhammadiyah dibandingkan urusan yang lain. “Meskipun banyak pekerjaan di rumah, kalau Muhammadiyah memanggil seperti tugas Kokam, jadwal narik donatur Panti Muhammadiyah Kenjeran dan lain-lain, waktu dan tenaganya tidak boleh diganggu,” paparnya.

Sementara itu, Habibullah Al Irsyad, teman dekat almarhum, mengatakan, selain menjadi karyawan rumah sakit, Sugeng Purnomo merupakan bendahara di Masjid As Syifa’ RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Dia juga menjadi komandan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Surabaya.

Habibullah menambahkan, Komandan Sugeng Purnomo merupakan sosok yang apa adanya. “Sebagai Komandan Kokam Surabaya, Bapak Sugeng Purnomo selalu memberikan contoh kepada teman-teman Kokam lainnya agar ikhlas dalam menjalankan tugas sebagai Kokam. Selalu mengawal kebijakan persyarikatan dan menjaga amal usahanya,” katanya.

“Kami mulai tahun 2004 sampai tahun 2020 sebelum meninggal senantiasa berjuang bersama-sama di Kokam Kota Surabaya. Sampai saat ini kami masih merasa kehilangan, sedih rasanya,” ujar wakil ketua PDPM Kota Surabaya itu.

“Beliau pantas menerima penghargaan ini (Bakti untuk Negeri dari Muhammadiyah, Red),” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PDM Surabaya  M. Arif’ An menuturkan, Sugeng Purnomo sejak muda menjadi anggota Kokam. Kemudian, dirinya yang merekomendasi agar menjadi satpam Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya.

“Kalau urusan Muhammadiyah, beliau langsung berangkat dan selalu amanah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Sugeng Purnomo meninggal pada 7 Mei 2020 lalu di RS Unair Surabaya. Almarhum meninggalkan satu istri, Mulyana, dan empat anak. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here