Sekolah Ini Punya Cara Unik dalam Transaksi Jual Beli di Kantin Sekolah

0
479
Siswi SD Muhammadiyah 12 Surabaya saat transaksi di kantin sekolah. (Dzanur Roin/Klikmu.Co)

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 12 Surabaya yang beralamat di Jalan Dupak Jaya V/21-28, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didiknya. Salah satunya dalam pelayanan kantin sekolah.

Di kantin yang menjadi pusat transaksi saat istirahat peserta didik membeli makanan dan minuman, terlebih dulu mereka harus menukarkan uang rupiah dengan uang Dubes dengan nominal yang sama tanpa dikurangi maupun ditambahi. Tujuan program ini adalah agar sekolah bisa mengontrol uang saku yang dibawa anak-anak.

Wakli Kepala Sekolah Bidang Keislaman Ustadz Jufri Mustafa menyatakan, di sekolahnya, uang saku anak-anak dibatasi maksimal Rp 10 ribu. “Ketika sampai di sekolah, uang ini harus ditukar dengan uang Dubes agar bisa dipakai buat jajan di kantin,” ujarnya.

Selain itu, dengan cara tersebut, anak-anak tidak bisa membeli jajan di luar. “Ini bagian dari usaha untuk mencegah anak-anak jajan sembarangan,” katanya.

Di kantin disiapkan makanan, jajanan, dan minuman yang sehat karena dikontrol oleh petugas koperasi. “Dengan begitu, bisa mengurangi risiko dari hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjut Ustadz Jufri yang juga anggota Korps Mubalig Muhammadiyah.

Cara menukarnya adalah peserta didik datang ke stan tempat penukaran yang ada di ruangan bendahara. Ada uang pecahan Dubes mulai nominal 500, 1.000, 2.000, dan 5.000. “Ini hanya berlaku di area SD Muhammadiyah 12 Surabaya. Segala transaksi di sekolah menggunakan uang Dubes,” jelasnya.

Alissya Bintang Adelia, siswi kelas 4 Al-Kautsar, mengatakan senang dengan uang Dubes karena warna dan gambarnya lucu-lucu. “Terkadang sisa uang saku saya simpan buat koleksi dan kenang-kenangan,” katanya. (Dzanur Roin/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here