Secanggih Apa pun, Teknologi Takkan Bisa Gantikan Peran Guru

0
297
Kepala Seksi Kesharlindung Tendik Dikmen dan Diksus Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI Mansur Arsyad (kanan) saat menyampaikan materi dalam Training of Trainer (ToT) Perlindungan dan Peningkatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah, Sabtu (16/11/2019). Foto: ICL

KLIKMU.CO – “Cara membedakan pembelajaran scientific atau tidak adalah lihat prosesnya, teaching (pengajaran, red) atau learning (pembelajaran, red),” tutur Mansur Arsyad, kepala Seksi Kesharlindung Tendik Dikmen dan Diksus Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI, Sabtu malam (16/11/2019).

Mansur didapuk sebagai salah seorang narasumber Training of Trainer (ToT) Perlindungan dan Peningkatan Kompetensi Proses Pembelajaran Guru Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (FGM) di Swiss Bel-Inn Hotel Malang pada Sabtu-Ahad (16-17/11/2019).

Menurut dia, meski zaman sudah sangat berubah di era Revolusi Industri 4.0 dan era disrupsi yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan dalam dunia pendidikan.

“Teknologi secanggih apa pun tidak bisa menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran. Karena guru tak hanya menyampaikan pengetahuan, tapi juga menanamkan karakter,” tandasnya.

Selain itu, lanjut pengurus Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, hal kedua yang tidak bisa digantikan oleh teknologi adalah kreativitas guru dalam proses pembelajaran.

“Teknologi hanya bisa dioperasikan berdasarkan setting-an operator, namun tidak bisa menumbuhkan kreativitas sendiri,” imbuhnya.

Menurut mantan kepala SMA Muhammadiyah di Ambon tersebut, teknologi bukanlah roh pendidikan, meski teknologi mampu melipatgandakan produktivitas.

“Roh pendidikan adalah imajinatif, kreatif, inovatif, menyukai hal baru, literate, dan problem solver,” tandasnya.

Dalam acara yang d

iikuti seluruh anggota Pimpinan Pusat FGM itu, juga tampil sebagai narasumber Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof. Baedhowi, Direktur Pascasarjana UMM Prof. Ahsanul In’am, PTP Madya BPMRPK Yogyakarta Aristo Rahardi, dan Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Prof. Thohir Luth. (ICL/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here