Sejak Orba Selalu Umat Islam yang Dicap Radikal

0
202
hadir Ketua PP Muhammadiyah Dr H.M. Busyro Muqoddas SH MH. (Candra/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Isu ekstremisme sangat dekat dengan masyarakat. Meskipun begitu, masyarakat sendiri belum mengetahui dengan baik tentang ekstremisme, radikalisme, maupun terorisme. Hal itu mengakibatkan masyarakat mudah menandai suatu golongan sebagai ekstremisme.

Itulah yang membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan webinar bertema “Menggugat Eksistensi Ektremisme di Indonesia dan Regulasinya. Acara digelar Senin (15/02) melalui kanal Zoom dan Youtube.

Guna memperluas sudut pandang peserta, webinar ini mengundang Guru Besar FH Universitas Diponegoro (UNDIP) Prof Dr Suteki SH MHum, Wakil Rektor IV UMM Dr Sidik Sunaryo SH MSi MHum, dan Guru Besar FH Universitas Padjadjaran Prof Dr Susi Dwi Harijanti SH LLM PhD sebagai pemateri. Dalam acara ini, turut hadir Ketua PP Muhammadiyah Dr H.M. Busyro Muqoddas SH MH sebagai keynote speaker.

Dalam pemaparannya, Busyro menceritakan pengalamannya mendampingi para korban sejak zaman Orde Baru hingga sekarang. Melalui pengalaman tersebut, Busyro melihat bahwa masyarakat cenderung mengaitkan Islam dengan radikalisme.

“Selama ini yang dicap radikal itu kenapa selalu orang Islam. Hanya umat Islam yang sering dijadikan terdakwa permanen sejak Orde Baru hingga sekarang. Seharusnya dalam memberi label radikal atau ekstremisme kepada seseorang, masyarakat maupun para penegak hukum lebih berhati-hati,” kata Busyro.

(Candra/Klikmu.co)

Senada dengan Busyro, Teki mengatakan bahwa konsep radikalisme di undang-undang (UU) bersifat lentur dan tidak jelas. Hanya karena berbeda pendapat dengan mayoritas orang maupun penguasa tak lantas orang tersebut bisa diberi label ekstremisme, radikalisme, maupun teroris.

“Saya sering dikatakan radikalisme maupun ekstremisme hanya karena pendapat saya berbeda dari suatu golongan. Padahal, saya telah memberikan sudut pandang dari kajian ilmiah dan menjelaskan bahwa pendapat tersebut salah. Ketika mencoba mendeskripsikan radikalisme menurut UU pun sifatnya sangat lentur sekali,” ujarnya. (Candra/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here