Sejarah Baru Terukir, IMM Lahir di Situbondo

0
557
Para pengurus IMM Cabang Situbondo saat dilantik Ahad (25/10/2020). (Pandu Anom/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sejarah baru pergerakan Muhammadiyah terukir di Kabupaten Situbondo. Ahad (25/10/2020) dideklarasikan lahirnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Situbondo.

Deklarasi sekaligus Pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IMM Situbondo dilaksanakan di Masjid al-Jihad Kompleks Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Basuki Rahmat 221, Situbondo.

Pelantikan PC IMM Situbondo ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jatim, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Situbondo, Pemkab Situbondo, Polres Situbondo, Kodim Situbondo, Rektor Universitas Abdurrahman Saleh (UNARS) Situbondo, Rektor IKIP Situbondo, dan ortom Muhammadiyah.

Ketua Umum PC IMM Situbondo M. Rifky Ahmad Zidane menyampaikan terima kasih kepada khalayak yang sudah mendukungnya untuk menjadi ketua umum dalam acara pelantikan PC IMM Situbondo.

“Ini sebuah amanah yang harus saya emban dan saya ambil karena teman-teman sudah memercayakan tampuk pimpinan ini kepada saya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPD IMM Jatim Andreas Susanto merasa bersyukur dan bangga bisa datang ke Situbondo untuk melantik dan mengesahkan cabang baru.

“Alhamdulillah, ini sejarah baru bagi Muhammadiyah Situbondo. Dengan lahirnya PC IMM Situbondo, sekarang total keseluruhan cabang IMM di Jatim adalah 26 cabang,” ungkapnya.

Andreas juga berpesan agar jangan khawatir dan bingung untuk melakukan sesuatu. Sebab, di Situbondo yakin banyak senior atau alumni IMM yang nantinya dapat membantu pergerakan PC IMM Situbondo.

“Meski masih sedikit, tetap semangat untuk bergerak. Dengan ditetapkannya SK DPD IMM Jatim Nomor: VIII/A-1/XIII/2020 ini, sudah resmi akan adanya cabang IMM di Situbondo dengan masa periode 2020-2021,” paparnya.

Susunan pengurus IMM Cabang Situbondo. (Pandu Anom/KLIKMU.CO)

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Situbondo Dr Munawar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kader IMM itu mempunyai yang namanya Tri Kompetensi Dasar.

“Pertama adalah religiusitas yang memiliki makna orang yang berada dalam ikatan ini harus orang Islam. Karena dengan Islam dan beriman kepada Allah, insya Allah apa yang dikerjakan dilindungi oleh rahmat Allah SWT,” jelasnya.

Kedua adalah intelektualitas. Maknanya mahasiswa adalah agen segalanya. Untuk itu, ketika sudah dinobatkan menjadi mahasiswa, khazanah keilmuan kita juga harus meningkat dengan banyak membaca.

“Kita hanya kalah satu malam dengan dosen yang mengajar kita, karena sudah belajar duluan. Jadi, kita harus benar-benar membaca buku yang banyak ketika kita ingin bersaing secara keilmuan dengan dosen yang mengajar kita,” tegasnya.

Terakhir atau yang ketiga adalah humanitas. Ini dipahami sebagai kompetensi sosial atau kemanfaatan kepada yang lainnya.

“Maksudnya adalah jika sudah melaksanakan yang religiusitas dan intelektualitas, jalan kita untuk melangkah untuk sesama akan dimudahkan. Seperti aksi damai yang dilakukan teman-teman IMM yang menolak adanya UU Omnibus Law,” terangnya.

Menurut Munawar, organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan bersama. Untuk itu, semuanya harus bersinergi.

“Pesan saya jangan memikirkan uang atau biaya. Karena itu tanggungan kami selaku bapak dan alumni yang ada di Situbondo. Serta pertahankan ketepatan waktu. Saya bangga sekali, karena itu kita harus menghargai waktu yang sudah ditetapkan pada jadwal acara,” pesannya.

Bagi Munawar yang menarik juga dari kepengurusan PC IMM Situbondo adalah semuanya santri Panti Asuhan Muhammadiyah di Situbondo.

“Empat mahasiswa putra dari Panti Asuhan Tunas Melati Kapongan dan tiga mahasiswa putri dari Panti Asuhan Tunas Harapan Panarukan. Jadi santri panti asuhan tetap bisa hebat dan sukses,” tuturnya. (Pandu Anom/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here