Sejarawan Unesa Ungkap Pentingnya Penulisan Sejarah Muhammadiyah Surabaya

0
191
sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Aminuddin Kasdi MS dalam Workshop Sejarah Muhammadiyah. (Bunda Tri/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – “Muhammadiyah Kota Surabaya tentu memiliki dokumen, arsip, dan rekam jejak yang valid sebagai bahan utama penulisan sejarah,” ucap sejarawan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Aminuddin Kasdi MS dalam Workshop Sejarah Muhammadiyah di Millenium Building SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ahad (8/11/2020).

Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian dari upaya membukukan sejarah Muhammadiyah Surabaya untuk kado milad Muhammadiyah tahun 2020 ini. Proyek ini diketuai langsung oleh M. Arif’ An, sekretaris PDM Kota Surabaya.

Dalam materinya, Aminuddin Kasdi menyampaikan bahwa sejarah adalah satu konsep yang diimplementasikan dalam jejak nyata. Menurut dia, jejak sejarah harus dilacak dalam bentuk tulisan, lukisan, atau memori yang bisa dibuktikan. Sebab, sejarah Indonesia, khususnya sejarah umat Islam, sedang menghadapi masalah besar.

“Akibat penulisan dan dokumentasi sejarah yang subjektif, bahkan hoaks. Banyak penyimpangan dokumentasi yang menyimpang akibat kepentingan politik penguasa, rezim, atau kelompok tertentu,” katanya.

“Sejarah sebenarnya  karya budaya yang terikat ruang dan waktu. Kebenaran sejarah tentu tidak bisa dilepaskan dari kepentingan penguasa dan pengusaha di zamannya,” paparnya.

Pelacakan sumber sejarah sangat urgen agar sejarah mampu merekam data dan fakta sejarah lebih objektif dan valid. “Sumber tertulis, dokumen, dan arsip-arsip yang diklasifikasi dengan cermat akan berpengaruh pada otentisitas  penulisan sejarah,” tuturnya.

 

Munurut guru besar Sejarah Unesa itu, Muhammadiyah Kota Surabaya tentu memiliki dokumen, arsip, dan rekam jejak yang valid sebagai bahan utama penulisan sejarah. “Penulisan sejarah Muhammadiyah sangat urgen agar kita mengetahui perkembangan Muhammadiyah dari waktu ke waktu secara objektif, jauh dari penyimpangan atau kebohongan,” ujarnya.

Pria kelahiran Nganjuk tersebut menambahkan, penulisan sejarah penting untuk diwariskan kepada generasi baru penerus. Sejarah akan menjadi energi untuk mendorong dan memotivasi generasi baru untuk melanjutkan prestasi atau meluruskan kesalahan serta penyimpangan data dan fakta sejarah.

“Muhammadiyah telah menorehkan dan meninggalkan jejak sejarah yang cemerlang sesuai visi dan misi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang berkomitmen menegakkan dakwah amar makruf dan nahi munkar serta dakwah ekonomi, pendidikan, sosial, dan kesehatan berbasis Alquran dan Hadits,” ujar penulis tesis “Masalah Tanah dan Keresahan Petani di Jawa Timur 1960-1965” itu. (Abdul Hakim/Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here