Sekjen Mahutama Auliya Khasanofa Sukses Ujian Promosi Doktor

0
89
Sekretaris Jenderal Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) yang juga dosen UMT Auliya Khasanofa (dua dari kiri) ujian doktor. (Taufiq/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Sekretaris Jenderal Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) Auliya Khasanofa menjalani ujian promosi doktor di PDIH Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (17/3/2021). Ia mengambil disertasi berjudul Sistem Pemilihan Presiden Indonesia Berdasarkan Permusyawaratan Perwakilan.

Ujian dipimpin oleh Ketua Senat Sofyan Anif yang juga rektor UMS. Promotor adalah Absori dan Ko-Promotor Aidul FItriciada Azhari serta Kelik Wardiono. Sementara penguji eksternal M. Din Syamsuddin. Lalu, penguji internal Bambang Sumardjoko, Khudzaifah Dimyati, dan Harun.

Auliya berhasil mempertahankan kebaruan (novelty) dalam disertasinya. Yakni, lima aspek permusyawaratan perwakilan dengan kategorisasi transformatif pada masa Orde Lama periodesasi 1945-1966, justifikatif pada masa Orde Baru periodesasi 1966-1998, permusyawaratan perwakilan pada masa transisi 1999-2004, dan liberal pada era reformasi periodesasi 2004-2019.

Dalam ujiannya, dosen FH Universitas Muhammadiyah Tangerang itu mengatakan, konsep sistem pemilihan presiden yang berkarakter keindonesiaan permusyawaratan menghadirkan keterbukaan, kekeluargaan, dan keterwakilan.

“Kesepakatan sebagai kekuatan dari mufakat dalam permusyawaratan. Kebersamaan sebagai bangsa yang merdeka mewujudkan keinginan bersama meninggalkan semua sistem, termasuk sistem pemilihan presiden yang dilaksanakan oleh penjajah (dekolonisasi) dengan menjalankan tradisi bernegara Indonesia,” papar peneliti senior Kolegium Jurist Institute itu.

Berikutnya, keterbukaan bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden. Kekeluargaan untuk kemaslahatan bangsa dalam mencapai tujuan nasional sesuai pembukaan UUD 1945. Lalu, keterwakilan dari multikultural bangsa Indonesia dengan Bhineka Tunggal Ika termanifestasi dalam suatu perwakilan dengan kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara yang berasal dari pemikiran perumus asli UUD 1945, yakni MPR, sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat dengan sistem pemilihan presiden tidak langsung.

Auliya Khasanofa adalah penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri di UMS. Ujian promosi doktornya pun mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai tokoh nasional dan internasional.

Antara lain, Wakil Ketua Umum DP MUI Anwar Abbas, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Rektor UMT Ahmad Amarullah, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, anggota DPR Zainuddin Maliki, Hakim MK Danil Yusmic, Ketua Umum APPTHI Ade Saptomo, dan Ketua Umum APHI Ahmad Sudiro

Hadir secara daring Pimpinan Pusat Muhammadiyah, rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, pimpinan lembaga negara, ketua umum asosiasi, akademisi dan mahasiswa dalam ujian promosi doktor Auliya Khasanofa yang juga aktif sebagai wakil sekretaris Komisi Hukum dan HAM DP MUI dan wakil Sekjen Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia. (Taufiq/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here