Sekjen MUI: Saatnya, Muhammadiyah Bangkit Ekonomi

1
487
Pilar Ketiga: Dr. K.H. Anwar Abbas, M.Ag., MM Sekretaris Jenderal MUI saat memberikan tausiyah di Pengajian PCM Simokerto, Surabaya.

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto menggelar pengajian pengajian At-Tanwir. Bertempat di Aula Buya HAMKA perguruan Kapasan Surabaya ini rutin digelar setiap dua bulan.

Turut hadir sebagai narasumber Dr. K.H. Anwar Abbas, M.Ag., MM Ketua PP Muhammadiyah, Drs. K.H. Syaifuddin Zaini, M.Pd.I. Wakil Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, dan Drs. K.H. Abdurrohman Aziz Marzuki, M.Si. Ketua PD Muhammadiyah Surabaya periode 1995-2000. Pengajian tersebut juga dihadiri seluruh elemen keluarga besar Persyarikatan, Ahad (11/2).

Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Drs. K.H. Syaifuddin Zaini, M.Pd.I. dalam sambutannya memberi apresiasi terhadap PCM Simokerto yang menghadirkan pembicara tingkat nasional. Menurutnya, kegiatan ini akan memudahkan gerak langkah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dalam menjalankan roda organisasi. Lebih lanjut, Syaifudin menyampaikan tentang pentingnya jihad ekonomi sebagai pilar ketiga Muhammadiyah.

Dia mencontohkan jihadnya Utsman bin Affan dalam membebaskan sumur dari orang Yahudi, yang di peruntukkan untuk kemaslahan umat Islam.

“Demikian pula apa yang dilakukan oleh Abdurrohman bin Auf seorang sahabat Nabi yang sukses dalam berbisnis, yang kemudian hasil usahanya sebagian besar diperuntukkan untuk perjuangan agama Islam,” katanya di hadapan 300 jamaah.

Senada, Dr. K.H. Anwar Abbas, M.Ag., MM dalam tausiyahnya menyatakan tentang pentingnya jihad ekonomi. Sekretaris Jenderal MUI tersebut menyitir pernyataan Ali bin Abi Thalib tentang pentingnya menguasai ekonomi.

“Barang siapa yang memberi sesuatu pada seseorang, maka akan bisa menguasai orang tersebut untuk diperintah-perintah. Dan barang siapa yang meminta-minta sesuatu, maka engkau akan menjadi tawanan,” ungkapnya.

Ketua PP Muhammadiyaj yang membidangi ekonom tersebut juga bertanya kepada jamaah, siapakah orang yang menjadi penentu bangsa Indonesia saat ini.

“Hampir semua pemimpin negeri ini, mulai dari walikota/bupati, gubernur, sampai presidenya dikendalikan para pemodal atau yang punya duit,” tegasnya.

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Ali bin Abi Thalib 14 abad yang lalu menemukan jawabannya. “Karenanya, saatnya Muhammadiyah harus bangkit ekonominya,” pungkasnya. (Abi Saffa/Kholiq)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here